Ikan Kecil Mampu Memanjat Air Terjun 15 Meter di Afrika
Gambar atau konten salah?
Fenomena yang tampak biasa ini akhirnya terungkap oleh para ilmuwan di Afrika. Ikan kecil yang dikenal sebagai shellear fish (Parakneria thysi) mampu memanjat air terjun setinggi 15 meter—keahlian yang jarang ditemukan pada ikan, apalagi di wilayah tersebut.
Spesies ini hidup di Cekungan Kongo bagian atas. Ukurannya hanya 3–5 cm, namun ia dapat menempuh perjalanan ekstrem dengan memanjat bebatuan di balik air terjun. Penelitian ini dipimpin oleh Pacifique Kiwele Mutambala dari University of Lubumbashi, Republik Demokratik Kongo, dan dilakukan selama periode 2018 hingga 2020 di Air Terjun Luvilombo.
“Yang membuat penemuan ini menarik, fenomena ribuan ikan memanjat air terjun sebenarnya sudah lama diceritakan oleh masyarakat lokal, tetapi belum pernah dibuktikan secara ilmiah hingga sekarang,” ujar Mutambala, dikutip dari Scientific Report.
Dalam rekaman yang berhasil diambil, ikan-ikan kecil ini terlihat bergerak perlahan di permukaan batu yang licin di balik derasnya air. Mereka menggunakan sirip dan tubuhnya untuk mencengkeram permukaan, lalu naik sedikit demi sedikit melawan arus.
Perilaku ini sangat tidak biasa karena sebagian besar ikan hanya mampu berenang melawan arus, bukan memanjat permukaan vertikal. Para peneliti menduga kemampuan ini berkaitan dengan kebutuhan migrasi, kemungkinan untuk mencapai area hulu yang lebih aman atau kaya sumber makanan.
“Penemuan ini penting untuk memahami keanekaragaman hayati konservasi wilayah tersebut,” jelasnya. Ia memperingatkan bahwa aktivitas manusia seperti pembangunan bendungan atau pengalihan aliran air bisa mengganggu jalur migrasi unik ikan ini.
Fenomena ikan yang bisa ‘mendaki’ sebenarnya pernah ditemukan di beberapa wilayah lain di dunia, tetapi temuan di Afrika ini menjadi bukti pertama yang terdokumentasi dengan baik di kawasan tersebut.
Secara keseluruhan, penemuan ini menyoroti adaptasi luar biasa dari Parakneria thysi terhadap lingkungan ekstrem dan menegaskan pentingnya melindungi ekosistem air terjun di Cekungan Kongo.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
