Ikan Sapu‑Sapu Menjerat Sungai: Predator Lokal Sulit

Yuli S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 124 dibaca
Bisik.id
Ikan Sapu‑Sapu Menjerat Sungai: Predator Lokal Sulit

Gambar atau konten salah?

Ikan sapu-sapu adalah spesies yang berasal dari Sungai Amazon di Amerika Selatan. Sejak tahun 1980‑an, ikan ini tersebar ke seluruh dunia lewat perdagangan ikan hias. Banyak orang terpesona dengan kemampuan “membersihkan” akuarium, sehingga ikan ini menjadi favorit.

Masalah muncul ketika pemilik akuarium memutuskan membuang ikan ini ke sungai. Di luar habitat aslinya, ikan sapu-sapu tidak memiliki predator alami. Akibatnya, populasi mereka dapat tumbuh tanpa batas, menghabiskan alga yang biasanya menjadi makanan atau tempat berlindung bagi makhluk air lain.

Menurut pakar ikan Noah Bressman dari Salisbury University, AS, ikan sapu-sapu kini berkembang pesat di Amerika Serikat hingga India. Ia menekankan bahwa ikan ini dapat bertahan di air kotor dan menyerang ekosistem sungai berair hangat, mirip dengan suhu habitat asli mereka.

Dr. Charles PH Simanjuntak, pakar ikan dan konservasi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, menyatakan bahwa di Sungai Amazon predator alami mereka meliputi:

  • ikan Common Snook (Centropomus undecimalis)
  • ikan Tarpon (Megalops atlanticus)
  • buaya Spectacled Caiman (Caiman crocodilus)
  • burung Neotropic Cormorant (Phalacrocorax brasilianus)

“Tidak adanya predator spesifik di ekosistem seperti Sungai Ciliwung menjadi alasan utama mengapa ikan ini sangat sulit dikendalikan,” jelasnya.

Di Indonesia, predator lokal yang dapat memakan ikan sapu-sapu terbatas pada ikan baung dan ikan betutu. “Dari sisi kontrol biologis, pemanfaatan predator alami seperti ikan baung dan betutu dapat membantu mengendalikan populasi, meskipun hanya efektif pada fase juvenil ikan sapu-sapu berukuran 0,6‑1,0 cm,” ujarnya.

Walaupun predator asli di Amazon tidak ada di Tanah Air, masih diharapkan bahwa predator lokal seperti baung dan betutu dapat berperan dalam mengendalikan populasi ikan sapu-sapu. Untuk mencegah penyebaran, sebaiknya jangan membuang ikan ini ke sungai. Cara terbaik adalah mematikan atau mengubur, seperti yang telah dilakukan oleh pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

24 April 2026

Secara keseluruhan, ikan sapu-sapu menjadi contoh bagaimana spesies yang dulunya tidak berbahaya di habitat aslinya dapat menjadi invasif ketika tidak ada predator yang menahan pertumbuhannya. Upaya kontrol biologis dengan predator lokal masih terbatas, sehingga tindakan pencegahan manusia tetap menjadi kunci utama dalam mengelola populasi ini.

Ikan sapu-sapuSungai AmazonPredator alamiKontrol biologisDKI Jakarta

Komentar

Memuat komentar...