India Gelontorkan US$8,8 Miliar Eksplorasi Migas Lepas Pantai

Dewi M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
India Gelontorkan US$8,8 Miliar Eksplorasi Migas Lepas Pantai

Gambar atau konten salah?

Pemerintah India mengumumkan investasi besar-besaran di sektor energi. Dana sebesar US$ 8,8 miliar atau sekitar Rp 158,65 triliun (dengan kurs Rp 18.029 per dolar AS) akan digunakan untuk eksplorasi minyak dan gas bumi di lepas pantai. Tujuan utamanya jelas: mengurangi ketergantungan negara itu pada impor energi.

India saat ini berada di posisi yang cukup rentan. Negara itu adalah importir minyak mentah terbesar ketiga di dunia. Untuk LPG atau gas elpiji, India menempati peringkat kedua sebagai importir terbesar global. Posisi ini menjadi masalah besar ketika terjadi gangguan pasokan, misalnya pembatasan di Selat Hormuz yang dipicu ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Untuk mengantisipasi hal itu, New Delhi sudah memperluas sumber pasokan minyak mentahnya. Kini ada 41 negara pemasok, termasuk Venezuela, Rusia, dan sejumlah negara Afrika. Tapi langkah eksplorasi domestik ini dianggap lebih strategis dalam jangka panjang.

Rencana ambisius ini diumumkan pada Jumat, 31 Juli 2026, setelah mendapat persetujuan Perdana Menteri Narendra Modi. Eksplorasi akan dilakukan di wilayah lepas pantai yang berada di bawah yurisdiksi India. Kawasan ini diperkirakan menyimpan cadangan minyak dan gas yang cukup besar.

Menteri Informasi dan Penyiaran India, Ashwini Vaishnaw, menyatakan optimismenya. "Jika eksplorasi dilakukan dengan benar, India dapat mencapai produksi yang substansial," ujarnya pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Sebelumnya, Modi sudah menyinggung misi eksplorasi lepas pantai ini dalam pidato Hari Kemerdekaan India pada Agustus tahun lalu. Menteri Perminyakan dan Gas Alam India, Hardeep Singh Puri, menambahkan bahwa krisis energi beberapa waktu terakhir menjadi pendorong utama bagi pemerintah untuk memperkuat pasokan dari dalam negeri.

India tidak hanya fokus pada migas. Pemerintah juga berencana memperluas pembangkit energi terbarukan. Targetnya, kapasitas tenaga surya sebesar 102 gigawatt dalam lima tahun ke depan. Ini akan dicapai melalui pemasangan panel fotovoltaik di waduk, kanal, dan badan air industri.

Saat ini, kapasitas energi surya terpasang di India sudah mencapai sekitar 162 gigawatt. Angka ini termasuk yang tertinggi di dunia. Namun permintaan energi di India diperkirakan akan terus melonjak, meskipun pemerintah sudah menetapkan target netralitas karbon pada tahun 2070.

Vaishnaw juga menyebut manfaat lingkungan dari program ini. "Program ini bertujuan untuk mencegah emisi CO2 sebesar 10 juta ton," katanya.

India mengambil langkah ganda: memperkuat eksplorasi migas lepas pantai sambil memperluas energi surya. Keduanya bertujuan sama, yaitu memperkuat ketahanan energi nasional di tengah permintaan yang terus meningkat dan risiko geopolitik yang tidak bisa dihindari.

investasi energieksplorasi minyakgas bumilepas pantaienergi suryaketahanan energiIndia

Komentar

Memuat komentar...