Indomaret Tutup 7 Gerai di Lombok Tengah, Nusa Tenggara
Gambar atau konten salah?
Indomaret mengumumkan penutupan 7 gerai di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Keputusan ini diumumkan oleh manajemen Indomaret dan menandai langkah penting bagi jaringan toko di wilayah tersebut.
Direktur Operasional PT Indomarco Prismatama Andreas Djajaputra menjelaskan bahwa penutupan dimulai sejak Sabtu lalu. Ia menyatakan, "7 toko yang ditutup mulai Sabtu minggu lalu," saat ditemui di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, pada 26 Mei 2026.
Alasan di balik penutupan tersebut adalah adanya peninjauan ulang terkait tata ruang wilayah oleh pemerintah daerah. Andreas menegaskan, "Karena peninjauan ulang ya untuk tata ruangnya," menambahkan bahwa proses ini sedang berlangsung.
Ketika ditanya kemungkinan pembukaan kembali, Andreas belum dapat memberikan kepastian. Ia mengatakan, "Belum tahu. Jadi menunggu nanti keputusan pemerintah kabupaten," dan menunggu hasil review pemerintah mengenai tata ruang.
Keputusan akhir akan ditentukan oleh pemerintah kabupaten setelah menilai ulang penggunaan lahan. Sementara itu, pelanggan di wilayah Lombok Tengah harus menyesuaikan diri dengan perubahan ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
