Indonesia Beli Minyak Mentah Rusia, Diversifikasi 2026
Gambar atau konten salah?
Indonesia akan membeli minyak mentah dari Rusia sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasokan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menjelaskan alasan di balik keputusan ini.
Menurut Bahlil, situasi geopolitik saat ini tidak menentu. “Kita akan beli crude di Rusia, dan ini kita lakukan juga di negara lain termasuk di Amerika. Kenapa? Dalam posisi geopolitik yang tidak menentu, kita tidak bisa mengharapkan hanya satu negara, jadi harus ada diversifikasi,” kata Bahlil.
Indonesia memang sudah memiliki kerja sama impor minyak mentah, bahan bakar minyak, dan LPG dengan Amerika Serikat. Namun, Bahlil menekankan pentingnya tidak bergantung pada satu negara saja.
Ia menambahkan, “Jadi Insyaallah crude kita, Insyaallah akan semakin membaik,” sambungnya. Pernyataan ini menegaskan harapan pemerintah akan peningkatan kualitas pasokan.
Pengiriman minyak dari Rusia dijadwalkan mulai April 2026. “Oh kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini bisa jalan,” ujar Bahlil, menegaskan kesiapan logistik.
Namun, Bahlil enggan mengungkapkan volume pembelian. Ia menyebut perjanjian antara kedua negara menuntut kerahasiaan data tersebut.
“Saya enggak bisa menjelaskan tentang volume. Yang penting saya sebagai pemerintah, atas arahan Bapak Presiden, memastikan bahwa seluruh kebutuhan kita, crude kita itu tersedia dan kita harus cari untuk memastikan kepentingan rakyat bisa terlayani,” terang Bahlil.
Di sisi harga, Bahlil juga tidak memberikan angka pasti. Ia hanya menyatakan bahwa harga akan disesuaikan dengan pasar dan hasil negosiasi.
“Harga pasti akan terjadi dinamis ya. Harga itu akan menyesuaikan dengan harga pasar dan tergantung negosiasi kita,” tutur Bahlil (hrp/hns).
Dengan langkah ini, Indonesia berharap stok minyak nasional tetap aman hingga akhir tahun. Diversifikasi pasokan menjadi strategi utama menghadapi ketidakpastian global, menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi kepentingan rakyat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
