Indonesia Impor Bensin 60% 2025, Utama Singapura & Malaysia

Wahyu T. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 169 dibaca
Bisik.id
Indonesia Impor Bensin 60% 2025, Utama Singapura & Malaysia

Gambar atau konten salah?

Indonesia masih mengandalkan impor bensin. Menurut data yang disampaikan oleh kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, porsi impor bensin pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 60,18 % dari kebutuhan nasional. Pada tahun 2026, 59 % dari kebutuhan nasional diperkirakan akan diimpor.

Jumlah kebutuhan bensin nasional pada 2025 tercatat sebesar 100.986 kiloliter per hari. Angka ini turun menjadi 99.661 kiloliter per hari hingga Februari 2026. Di mana untuk importasi minyak bensin yang paling dominan ini berasal dari Singapura dan Malaysia, karena pada posisi bensin kebutuhan sampai saat ini masih membutuhkan importasi, ujar Rizwi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR, Rabu (08 April 2026).

Rinciannya, konsumsi bahan bakar khusus penugasan atau BBM subsidi mencapai 76.932 kiloliter per hari pada 2025 dan turun menjadi 73.107 kiloliter per hari pada 2026. Sedangkan kebutuhan minyak bensin jenis BBM umum atau nonsubsidi tahun 2025 sebesar 24.055 kiloliter per hari, atau naik menjadi 25.254 kiloliter per hari pada posisi 2026 sampai dengan Februari, jelas Rizwi.

BBM jenis solar juga menunjukkan tren peningkatan. Kebutuhan solar nasional pada 2025 mencapai 110.932 kiloliter per hari, dan pada 2026 hingga Februari meningkat menjadi 111.356 kiloliter per hari. Namun, impor solar berhasil ditekan. Impor berhasil ditekan dari 12,17 % di tahun 2025 menjadi hanya 6,26 % di tahun 2026 sampai dengan Februari 2026. Dimana untuk importasinya juga paling dominan berasal dari Singapura dan Malaysia, baik tahun 2025 maupun 2026, terang Rizwi.

Data ini menegaskan bahwa meski upaya pengurangan impor solar, Indonesia masih sangat bergantung pada impor bensin, terutama dari Singapura dan Malaysia. Kebutuhan BBM subsidi dan nonsubsidi tetap tinggi, sehingga kebijakan pengelolaan bahan bakar masih menjadi fokus utama kementerian energi.

impor bensinkebutuhan BBM subsidiSingapuraMalaysiasolarkonsumsi BBMkebijakan energi

Komentar

Memuat komentar...