Indonesia Kalah 1‑4 vs Prancis, Tak Lolos Thomas Cup 2026
Gambar atau konten salah?
Tim putra Indonesia menghadapi kenyataan pahit di Thomas Cup 2026. Pada 28 April 2026, mereka bertanding di Forum Horsens dan gagal menutup fase grup setelah kalah 1‑4 melawan Prancis.
Hasil tersebut membuat Merah Putih tidak lolos ke babak selanjutnya. Catatan ini jarang terjadi dalam sejarah partisipasi Indonesia di turnamen tersebut.
Sejak awal, para analis memprediksi pertandingan akan berlangsung ketat. Pelatih tunggal putra pelatnas, Indra Widjaja, bahkan menyatakan bahwa kedua tim memiliki kekuatan yang seimbang.
Sama lah (peta kekuatan) saya rasa 50-50. Taruhlah, misalnya, Jonatan-Christo (Christo Popov) juga sama, Alwi-Alex (Alex Lanier) atau yang ketiganya Popov (Toma Junior Popov) dengan Ginting atau Popov, dengan Ubed juga belum pernah ketemu. Saya rasa tinggal nanti kesiapan anak-anak.
Di lapangan, prediksi tersebut berubah menjadi mimpi buruk. Tiga pemain tunggal putra Indonesia gagal menambah poin setelah kalah dari wakil Prancis:
• Jonatan Christie vs Christo Popov : 19‑21, 14‑21
• Alwi Farhan vs Alex Lanier : 16‑21, 19‑21
• Anthony Sinisuka Ginting vs Toma Junior Popov : 22‑20, 15‑21, 20‑22
Alwi Farhan mengakui tekanan besar yang dirasakan. Karena memang sekarang posisinya kami juga membutuhkan kemenangan, rasa itu cukup menghantui saya. Dan saya lebih merasakan pressure.
Anthony Sinisuka Ginting menyoroti perubahan pola permainan lawan. Kuncinya di gim kedua ketika Toma mulai mengubah pola permainan dan saya ikut masuk ke pola permainan dia. Lalu di gim ketiga bisa menemukan ritme lagi, sempat unggul di interval. Tapi ya menjelang akhir ada keserimpet yang membuat kakinya sedikit kram. Kendala yang dirasakan itu coba tidak dirasakan, terus coba karena saya melihat masih ada kesempatan. Dia pun terlihat ada tegang dengan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri.
Ia juga menyatakan bahwa ketika Toma kembali menemukan ketenangannya, ia merasa kesulitan karena harus berlari mengejar bola. Tapi memang tidak banyak pilihan pola permainan yang bisa saya mainkan jadi ketika dia kembali menemukan ketenangannya, saya mulai kesulitan dengan banyak harus berlari mengejar bola.
Hasil ini menegaskan bahwa prediksi 50:50 tidak cukup. Kesiapan mental dan performa di lapangan menjadi faktor penentu. Dalam konteks ini, Indonesia harus menilai kembali strategi dan persiapan mental untuk turnamen berikutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dua Wakil Indonesia Tersingkir di 16 Besar Japan Open
Setahun Berpartner, Fajar/Fikri Kembali ke Japan Open
Alwi Farhan Bangkit, Kalahkan Lanier di Japan Open
Lima Wakil Indonesia Bertanding di Japan Open 2026
Putri Kusuma Tak Khawatir Tanpa An Se Young
Fajar/Fikri Kalahkan Popov Bersaudara di Japan Open
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
