Indonesia Kumpulkan Rp498,8T Investasi Q1 2026 Singapura Top

Wahyu T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
Indonesia Kumpulkan Rp498,8T Investasi Q1 2026 Singapura Top

Gambar atau konten salah?

Indonesia berhasil mengumpulkan dana investasi sebesar Rp 498,8 triliun pada periode 01 Januari 2026 – 31 Maret 2026. Angka ini mencerminkan total realisasi investasi di negara ini selama kuartal pertama tahun 2026.

Setengah dari total tersebut, tepatnya Rp 250 triliun atau 50,1 %, berasal dari penanaman modal asing (PMA). Sisa 49,9 % atau Rp 248,8 triliun berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Ketika membahas asal‑asal investasi asing, seringkali China disebut sebagai negara yang paling banyak menanamkan dana di Indonesia. Namun, data menunjukkan bahwa tetangga dekat Indonesia, Singapura, menjadi kontributor terbesar. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa selama sepuluh tahun terakhir, Singapura konsisten menjadi negara dengan investasi terbesar di Indonesia.

“Memang kalau kita lihat selama 10 tahun terakhir ini Singapura konsisten dari segi pencatatannya menjadi negara terbesar FDI ke Indonesia yaitu Singapura kurang lebih US$ 4,6 miliar,” kata Rosan dalam konferensi pers di kantor kementerian pada 23 April 2026.

Berikut daftar negara dengan kontribusi investasi terbesar di Indonesia pada kuartal pertama 2026:

  • Singapura – US$ 4,6 miliar (sekitar Rp 75,9 triliun)
  • Hong Kong – US$ 2,7 miliar (sekitar Rp 44,55 triliun)
  • China – US$ 2,2 miliar (sekitar Rp 36,3 triliun)
  • Amerika Serikat – US$ 1,3 miliar
  • Jepang – US$ 1 miliar

“Negara-negara lain berikutnya seperti Korea Selatan, dan juga Malaysia, dan Belanda itu mengikuti di urutan berikutnya,” tambah Rosan.

Realisasi investasi kuartal pertama 2026 mengalami kenaikan 7,2 % dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp 465,2 triliun. Secara kuartal, peningkatan hanya 0,4 % dibandingkan kuartal IV 2025 yang mencapai Rp 496,9 triliun.

Angka tersebut setara dengan 24,4 % dari target investasi 2026. Penyerapan tenaga kerja juga meningkat, dengan 706 569 orang terlibat, menunjukkan kenaikan 18,9 % dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi wilayah, investasi di luar Pulau Jawa mencatat Rp 251,3 triliun, sedikit lebih tinggi daripada investasi di Pulau Jawa yang mencapai Rp 247,5 triliun.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi tujuan menarik bagi investor asing, khususnya dari negara tetangga. Keberhasilan ini didukung oleh kebijakan investasi yang proaktif dan peningkatan penyerapan tenaga kerja yang signifikan, menandai pertumbuhan ekonomi yang stabil pada awal tahun 2026.

Investasi asingSingapuraIndonesiaPMAPenyerapan tenaga kerjaPulau Jawa

Komentar

Memuat komentar...