Indonesia Lancar Domain .ai.id, Identitas Digital AI Nasional

Dedi S. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Indonesia Lancar Domain .ai.id, Identitas Digital AI Nasional

Gambar atau konten salah?

Indonesia kini memiliki domain digital khusus untuk industri kecerdasan buatan. Domain .ai.id adalah domain tingkat kedua berbasis kode negara pertama di dunia yang dirancang sebagai identitas digital ekosistem AI negara.

Domain ini diluncurkan hasil kolaborasi antara Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (Korika) dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi). Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia, yang menargetkan posisi sebagai salah satu kekuatan AI terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2030.

“Peluncuran .ai.id bukan sekadar peluncuran domain, ini adalah deklarasi kedaulatan digital. Kami ingin setiap startup, peneliti, dan pelaku AI Indonesia memiliki ruang yang mencerminkan kebanggaan dan kompetensi bangsa di bidang kecerdasan Artifisial.” Ketua Umum Korika, Hammam Riza, mengungkapkan hal tersebut pada siaran pers yang diterima pada 02 Juni 2026.

Sebelumnya, pada 26 Mei 2026, Korika bersama Pandi menggelar panel diskusi terkait peluncuran .ai.id. Dalam kesempatan tersebut, Shidiq Purnama dari Pandi menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut sebagai langkah strategis memperkuat identitas digital Indonesia di tingkat global.

Korika menilai bahwa mayoritas startup, pengembang, hingga institusi riset AI di Indonesia masih bergantung pada domain generik .ai, yang secara teknis merupakan kode negara Anguilla. Kondisi tersebut menciptakan paradoks: industri AI Indonesia berkembang pesat, namun menggunakan identitas digital negara lain.

Menurut Indonesia AI Report 2025, sekitar 45 % pelaku usaha di Indonesia telah mengadopsi AI dengan pertumbuhan mencapai 47 % secara year-on-year. Angka tersebut menjadi salah satu yang tercepat di kawasan Asia Tenggara.

Korika saat ini menaungi lebih dari 4.000 anggota komunitas dengan sekitar 300 anggota aktif yang telah terverifikasi resmi. Ekosistem tersebut akan menjadi pengguna awal domain .ai.id.

“Keberadaan .ai.id bukan sekadar alamat website, tetapi juga simbol kredibilitas dan identitas digital AI Indonesia.” Korika menegaskan hal ini. Domain ini diharapkan membantu investor maupun mitra internasional mengenali perusahaan AI asal Indonesia secara lebih jelas di ekosistem global.

Selain itu, Korika menilai .ai.id juga dapat menjadi infrastruktur trust bagi layanan AI nasional, sebagaimana domain .gov.id identik dengan institusi pemerintah dan .ac.id digunakan perguruan tinggi.

Proses pendaftaran domain .ai.id dibuka secara bertahap melalui situs resmi domain.ai.id. Berikut adalah empat fase pendaftaran:

  • Sunrise (02 Juni 2026 – 02 Juli 2026): Prioritas bagi pemilik merek dagang terdaftar di Indonesia untuk melindungi identitas brand di era AI.
  • Grandfather (13 Juli 2026 – 13 Agustus 2026): Dikhususkan bagi pemilik domain .id aktif yang ingin mengamankan versi .ai.id dari domain yang sudah dimiliki sebelumnya.
  • Landrush (24 Agustus 2026 – 24 September 2026): Masyarakat umum dapat memperoleh nama domain strategis melalui skema harga premium.
  • General Availability (05 Oktober 2026): Pendaftaran dibuka untuk publik melalui registrar resmi PANDI dengan sistem first come, first served.

Jika terdapat lebih dari satu pihak yang mengajukan nama domain yang sama, penentuan akan dilakukan melalui mekanisme lelang terbuka.

Alexander, representatif brand domain.ai.id, memastikan tingginya antusiasme masyarakat terhadap domain baru tersebut dapat dilayani secara optimal. “Kami siap menjawab kebutuhan pengguna dan memastikan proses registrasi .ai.id berjalan lancar bagi seluruh calon pengguna,” pungkasnya.

Dengan domain .ai.id, Indonesia menegaskan komitmen untuk menguatkan identitas digitalnya di bidang kecerdasan buatan. Langkah ini menandai pergeseran penting menuju kedaulatan digital yang lebih jelas bagi pelaku industri AI nasional.

domain .ai.idIndonesia AIKorikaPandikedaulatan digitalekosistem AI

Komentar

Memuat komentar...