Indonesia Memiliki Potensi Besar Logam Tanah Jarang

Maya K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 112 dibaca
Bisik.id
Indonesia Memiliki Potensi Besar Logam Tanah Jarang

Gambar atau konten salah?

Indonesia memiliki potensi besar logam tanah jarang (LTJ) yang penting bagi teknologi modern. Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi LTJ di negara ini mencapai sekitar 1,2 juta hektar. Endapan tersebar di Pulau Sumatera, Sulawesi Barat, hingga Papua Barat.

Kepala Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya LTJ yang cukup besar, terutama di batuan granit, vulkanik alkalin, dan ultramafik. Ia menyampaikan pendapatnya dalam Webinar Lecture Series yang digelar Deputi Bidang Riset dan Pengembangan Teknologi Badan Industri Mineral (BIM) pada Senin, 18 Mei 2026.

"Indonesia memiliki potensi endapan LTJ yang cukup besar, salah satunya berasal dari batuan granit dan volkanik berkomposisi alkalin, ultramafik, serta tanah hasil pelapukannya yang kaya kandungan logam tanah jarang,"

LTJ adalah mineral strategis yang dipakai untuk baterai kendaraan listrik, turbin angin, panel surya, magnet kuat, serta perangkat elektronik seperti ponsel dan komputer. Logam ini biasanya diproses dalam laboratorium sebelum dipakai.

Karena peran pentingnya, banyak negara berlomba mengamankan pasokan LTJ guna mendukung transisi energi dan pengembangan industri teknologi tinggi. Hal ini membuat negara-negara dengan cadangan LTJ menjadi pemain penting di pasar global.

Iwan menjelaskan bahwa potensi LTJ di Indonesia biasanya masih bersifat sampingan dari tambang utama seperti bauksit, timah, nikel, tembaga, dan besi.

Unsur tanah jarang juga ditemukan melalui proses hidrotermal yang memperkaya kandungan LTJ di wilayah seperti Parmonangan, Sibolga, dan Bangka Belitung.

Tak hanya di daratan, Indonesia juga memiliki potensi LTJ di laut. Kandungan monasit dan senotim yang membawa unsur tanah jarang diperkirakan tersimpan di bawah lapisan lempung dasar laut, terkait endapan placer di sungai maupun pantai purba.

"Potensi sumber daya mineral dasar laut Indonesia sangat menjanjikan dan dapat menjadi bagian penting bagi masa depan energi nasional,"

Meski sumber daya melimpah, pemanfaatan LTJ di Indonesia masih menghadapi kendala. Keterbatasan peralatan riset dan karakterisasi serta minimnya tenaga ahli di bidang eksplorasi dan pengolahan menjadi hambatan utama. Kurangnya peralatan modern membuat proses pengujian sulit dan memakan waktu lama.

Jika dikelola secara optimal, Indonesia dapat menjadi pemain utama industri baterai dan magnet di kawasan ASEAN.

"Jika dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, Indonesia bisa menjadi terdepan di industri baterai dan magnet paling tidak di kawasan ASEAN,"

BRIN menilai diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, industri, dan akademisi untuk mempercepat eksplorasi, penguasaan teknologi, dan penguatan sumber daya manusia di sektor mineral strategis. Keterlibatan sektor swasta dapat mempercepat inovasi dan produksi.

Pemerintah juga perlu memperkuat kebijakan eksplorasi agar potensi LTJ dapat segera divalidasi menjadi cadangan yang siap dikembangkan untuk kebutuhan industri nasional di masa depan.

Indonesia memiliki potensi besar logam tanah jarang, namun masih perlu dukungan teknologi dan tenaga ahli agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi industri baterai dan magnet di kawasan ASEAN. Dengan dukungan yang tepat, Indonesia dapat memperkuat posisi industrinya di masa depan.

logam tanah jarangpotensi Indonesiabaterai kendaraan listrikmagnet kuateksplorasi mineralBRINkawasan ASEAN

Komentar

Memuat komentar...