Indonesia Pastikan Pasokan Minyak Rusia, Volume Tak Bocor
Gambar atau konten salah?
Indonesia dipastikan membeli minyak dari Rusia setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, bertemu dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, pada 14 April 2026 di Rusia. Pertemuan tersebut merupakan lanjutan dari pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin.
Bahlil mengungkapkan hasil rapat di Kompleks Istana Negara, Jakarta, pada 16 April 2026: “Alhamdulillah kemarin atas arahan Bapak Presiden, sudah saya bertemu dengan Menteri ESDM dan utusan khusus daripada Presiden Putin, dan kabarnya alhamdulillah cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia.”
Namun, volume minyak yang didapatkan dari Rusia tidak dapat dibocorkan ke publik. Bahlil menyatakan hal ini disebabkan oleh perjanjian kedua belah pihak.
Ia menegaskan bahwa stok minyak hingga akhir tahun dalam posisi aman. “Atas arahan Bapak Presiden itu saya menindaklanjuti untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember Insyaallah udah aman,” ujarnya.
Bahlil menambahkan, “Jadi kita nggak perlu risau. Tinggal kita meningkatkan produksi daripada kilang kita.”
Keputusan ini menunjukkan bahwa Indonesia mengandalkan pasokan minyak Rusia untuk menjaga kestabilan stok energi nasional hingga akhir tahun.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
Investasi Rp 1,2 Triliun dari Korea Selatan Masuk IKN
Atasi Macet Ketapang-Gilimanuk, Kapal Besar dan Dermaga Baru Disiapkan
Integrasi Tol Logistik: Kepastian Regulasi Jadi Kunci
2.369 Lulusan SMK Kemenperin, 63,70% Terserap Industri
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
