Indonesia Setuju Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia

Sinta R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
Indonesia Setuju Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia

Gambar atau konten salah?

JakartaKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa Indonesia telah memperoleh komitmen pasokan minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia. Komitmen ini muncul setelah pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin beberapa waktu lalu.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa pasokan tersebut akan diimpor untuk menutupi kebutuhan energi nasional hingga akhir tahun. “Kemarin kan sudah disepakati total yang akan kita impor dari Rusia itu kan sekitar 150 juta barel untuk mencukupi kebutuhan kita sampai dengan akhir tahun. Jadi, itu kan baru komitmen pembahasan waktu kunjungan Presiden dan juga Pak Menteri ke Rusia,” ujarnya pada 24 April 2026 di kantor pusat ESDM di Jakarta Pusat.

Yuliot menambahkan bahwa pasokan tidak akan diterima sekaligus. “Skemanya itu kan tidak bisa sekaligus. Itu kalau sekaligus itu kan kita memerlukan oil storage di dalam negeri. Itu kan akan dilakukan impor secara bertahap,” jelasnya. Penyimpanan di dalam negeri menjadi faktor penting agar tidak terjadi kekurangan ruang.

Untuk pelaksanaan pengiriman, pemerintah sedang menyiapkan regulasi dan jalur yang akan dilalui. Yuliot menyebut dua opsi, yaitu melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau menggunakan mekanisme Badan Layanan Umum (BLU). “Ini dua opsi ini lagi kita siapkan payung regulasinya. Karena kalau ini BUMN itu kan juga ada konsekuensi dan juga kalau BLU itu apa kemudahan yang termasuk pembiayaan. Itu juga lagi kita bahas antara kementerian lembaga,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan badan usaha terkait jalur impor. “Kemudian itu juga dengan badan usaha termasuk bagaimana pada saat impor, jalur mana yang akan digunakan,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Indonesia berusaha memastikan suplai minyak tetap stabil hingga akhir tahun, sambil menyesuaikan infrastruktur penyimpanan dan regulasi pengiriman yang tepat.

Minyak RusiaESDMPrabowo SubiantoPutin150 juta barelBUMNBLU

Komentar

Memuat komentar...