Indonesia Siap Kurban: 3,24 Juta Ekor Aman dan Surplus
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Indonesia menegaskan ketersediaan hewan kurban tahun ini dalam kondisi aman. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengungkapkan bahwa jumlah hewan kurban nasional diproyeksikan mencapai 3,24 juta ekor, lebih tinggi dari kebutuhan yang diperkirakan 2,35 juta ekor. Dengan angka tersebut, Agung menilai akan ada surplus 891.320 ekor hewan kurban.
Proyeksi kebutuhan untuk tahun 2026 naik sekitar 3,82 % atau 86.727 ekor dibandingkan tahun 2025. “Sehingga secara nasional kondisi atau ketersediaan hewan kurban aman, cukup, dan terkendali,” ujar Agung dalam konferensi pers di Auditorium Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (13 Mei 2026).
Rincian per jenis hewan menunjukkan:
- Sapi: 859.268 ekor tersedia, kebutuhan 791.452 ekor, surplus 67.816 ekor.
- Kerbau: 33.952 ekor tersedia, kebutuhan 12.914 ekor, surplus 21.038 ekor.
- Kambing: 1,4 juta ekor tersedia, kebutuhan 1,08 juta ekor, surplus 332.861 ekor.
- Domba: 935.690 ekor tersedia, kebutuhan 466.086 ekor, surplus 469.604 ekor.
Agung menambahkan bahwa semua ternak tersebut memenuhi persyaratan sebagai hewan kurban. Pemerintah akan terus mengatur distribusi hewan kurban dari daerah produksi dan daerah surplus ke wilayah yang masih kekurangan, sehingga pasokan tetap merata dan harga tetap terkendali.
Selain itu, pemerintah akan meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha. Pengawasan ini menargetkan potensi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), Anthrax, dan penyakit hewan menular strategis lainnya melalui sistem informasi kesehatan hewan nasional terintegrasi (iSIKHNAS).
Pemerintah juga telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pengurus masjid serta panitia hewan kurban tentang tata cara penanganan hewan yang baik sesuai kaidah kesehatan hewan, pemotongan hewan kurban, dan penanganan daging yang halal, aman, dan higienis.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap pasokan hewan kurban tetap stabil, harga tetap terjaga, dan proses kurban dapat berlangsung dengan aman dan sesuai standar kesehatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
