Indonesia Target Bangun 100 GW PLTS Nasional Serta 2029
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pemerintah Indonesia berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt (GW) untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mempercepat transisi ke energi bersih.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menegaskan bahwa percepatan proyek ini akan dimulai dengan menyiapkan regulasi dasar. Ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan lahan sebagai faktor utama keberhasilan.
Terkait dengan kelistrikan, kita berusaha untuk memperkuat sistem kelistrikan secara nasional, dan di antaranya adalah eksekusi arahan Presiden untuk PLTS 100 gigawatt. Jadi kalau proyek PLTS 100 gigawatt kita akan lakukan percepatan dengan mempersiapkan basic regulasi dan segera mengeksekusi ketersediaan lahan, kata Yuliot dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (01 Juni 2026).
Untuk memenuhi kebutuhan lahan, Kementerian ESDM bekerja sama dengan Kementerian ATR/BPN. Dari hasil identifikasi, sekitar 24.000 hektare di Pulau Jawa memiliki potensi untuk pengembangan PLTS.
Proyek akan dimulai dengan pembangunan 17 GW yang didukung oleh fasilitas Battery Energy Storage System (BESS) sekitar 33 GW. Yuliot menambahkan:
Percepatan akan kita mulai dengan membangun 17 gigawatt terlebih dahulu. Dan juga ada battery energy storage atau BASE yang kita bangun sekitar 33 gigawatt, tutur Yuliot.
Di tahun 2026, pemerintah optimistis menargetkan penambahan 17 gigawatt energi terbarukan melalui PLTS di skala nasional. Target ini mencakup peningkatan kapasitas PLTS sekaligus pengurangan penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
Sejak pemilihan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menegaskan perlunya percepatan transisi menuju energi hijau, salah satunya melalui pengembangan PLTS skala besar.
Strategi jangka panjang menargetkan kapasitas terpasang PLTS nasional mencapai 100 GW pada tahun 2029 sebagai bagian dari upaya menguatkan energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat mempercepat adopsi energi terbarukan, mengurangi emisi karbon, dan menambah stabilitas pasokan listrik di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
