Indonesia Tegaskan Kerja Sama G20-BRICS untuk Pertumbuhan

Jaka M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Indonesia Tegaskan Kerja Sama G20-BRICS untuk Pertumbuhan

Gambar atau konten salah?

Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, negara‑negara G20 dan BRICS sepakat untuk terus memperkuat kerja sama internasional guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengatasi ketidakseimbangan global.

Kesepakatan tersebut muncul di Pertemuan Pertama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (Finance Minister and Central Bank Governors Meeting/FMCBG) di bawah Presidensi G20 Amerika Serikat (AS). Pertemuan ini berlangsung bersamaan dengan IMFWorld Bank Spring Meetings 2026 di Washington, D.C., AS. Pada saat yang sama, Indonesia turut hadir di Pertemuan Kedua Deputi BRICS di bawah Presidensi India 2026, yang berlangsung pada 14‑15 April 2026.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, bersama Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia. Presidensi G20 AS 2026 mengusung tema Growth through Deregulation, Energy Abundance, and Innovation.

Fokus utama adalah mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyederhanaan regulasi, penguatan pasokan energi yang terjangkau dan aman, serta percepatan inovasi di bidang artificial intelligence dan teknologi baru. Tema ini tercermin dalam pernyataan Perry Warjiyo yang menekankan pentingnya tidak hanya memperhatikan neraca transaksi berjalan, tetapi juga neraca finansial dalam menilai ketidakseimbangan global. Ia menyatakan, “Hal ini karena ketidakseimbangan global di sektor keuangan saat ini dinilai jauh lebih berisiko ke stabilitas perekonomian global.”

Menurut Perry Warjiyo, diperlukan tiga respons kebijakan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengatasi global imbalances. Ia menuliskan, “Diperlukan tiga respons kebijakan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengatasi global imbalances. Pertama, menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Kedua, mendorong reformasi struktural. Ketiga, menerapkan kebijakan perdagangan yang terbuka,” pada keterangan tertulis tanggal 17 April 2026.

Bank Indonesia juga menghadiri Pertemuan Kedua Tingkat Deputi BRICS di bawah Presidensi India 2026 yang mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability. Dalam forum BRICS, negara‑negara anggota menyepakati penguatan kerja sama South‑South untuk menghadapi meningkatnya fragmentasi geopolitik, keterbatasan pembiayaan, serta kerentanan makrofinansial yang memengaruhi negara‑negara berkembang. Salah satu inisiatifnya adalah pembentukan Task Force on Growth and Development (TFGD).

Ke depan, bank sentral negara BRICS sepakat untuk terus memperkuat kerja sama di area strategis seperti sistem pembayaran, artificial intelligence, keamanan siber, dan financial technology. Mereka juga berencana memperkuat jaringan pengaman keuangan internasional guna mendukung pertumbuhan.

Di sela‑sela pertemuan G20 dan BRICS, Perry Warjiyo menghadiri pertemuan bilateral dengan Gubernur Federal Reserve Bank, Michael S. Barr, untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi global, ketahanan energi, dan digitalisasi sistem pembayaran.

Secara keseluruhan, pertemuan ini menegaskan komitmen Indonesia dan negara‑negara lain untuk memperkuat kerja sama multilateral. Fokus pada regulasi, energi, dan inovasi diharapkan dapat menstabilkan ekonomi global dan meminimalisir ketidakseimbangan yang menimbulkan risiko bagi perekonomian dunia.

G20BRICSPertumbuhan EkonomiDeregulasiEnergiInovasi AIKebijakan MakroKerja Sama Multilateral

Komentar

Memuat komentar...