Indonesia Tertarik Beli Minyak Rusia, Selat Hormuz Blok
Gambar atau konten salah?
01 April 2026 – Pemerintah Rusia membuka peluang bagi Indonesia untuk membeli minyak dan gas. Sementara Indonesia mencari suplai baru akibat konflik AS‑Israel‑Iran, Rusia menawarkan kerjasama.
Perang ini menyebabkan Iran menutup Selat Hormuz, sehingga banyak kapal tanker terhenti. Dua tanker Pertamina, Pride dan Gamsunoro, masih terjebak di Teluk Arab karena belum mendapat izin lewat selat tersebut.
Dalam pertemuan di Tanjung Priok, Jakarta, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyatakan kesiapan Rusia. Ia berkata, “Presiden kami telah berkali‑kali menyampaikan, terutama bagi negara‑negara sahabat, kami siap bekerja sama di bidang minyak dan gas apabila mereka membutuhkan sesuatu.”
Tolchenov menjelaskan bahwa ia belum menerima permintaan langsung dari Pertamina atau Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia. Namun, Kedutaan Besar Rusia bersedia mendiskusikan pembelian minyak. Ia menambahkan, “Jadi, silakan hubungi kami, sampaikan kebutuhan Anda, dan kita akan diskusikan bagaimana hal itu dapat diwujudkan.”
Dia menegaskan bahwa pembelian tidak terbatas pada negara sahabat. “Jika mereka memiliki minat dan siap bekerja sama berdasarkan kontrak jangka panjang, kami juga bersedia memasok dan menjual minyak dan gas kepada mereka. Ini pada dasarnya adalah persoalan kebutuhan dan keinginan untuk bekerja sama dengan Rusia. Kami tidak pernah menolak siapa pun,” tegasnya.
Dengan situasi pasokan global yang menegang, Indonesia dapat mempertimbangkan opsi baru ini. Kerjasama dengan Rusia menawarkan alternatif bagi negara yang terhambat oleh blokade Selat Hormuz.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
