Indonesia Transfer Prototipe Jet KF-21 Boramae ke Jakarta

Wati N. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Indonesia Transfer Prototipe Jet KF-21 Boramae ke Jakarta

Gambar atau konten salah?

JakartaKorea Selatan dan Indonesia kini telah menandai langkah penting dalam hubungan pertahanan mereka dengan mencapai kesepakatan sementara untuk mentransfer salah satu dari enam prototipe jet tempur KF‑21 Boramae ke Jakarta. Langkah ini menandai pergeseran program gabungan jangka panjang menuju akhir.

Kesepakatan tersebut muncul setelah pembicaraan pada bulan Februari, sebagaimana tercatat dalam dokumen yang diajukan oleh Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan. Rencana tersebut memuat penyerahan prototipe KF‑21 kursi tunggal kelima, yang telah melewati tahap pengujian, termasuk uji coba pengisian bahan bakar di udara.

Nilai paket transfer diperkirakan mencapai 600 miliar won, setara dengan USD 398 juta menurut revisi kontribusi keuangan yang disepakati Indonesia. Angka tersebut mencakup 350 miliar won khusus untuk pesawat serta biaya lain yang terkait program tersebut.

Penyerahan jet diprediksi akan dilanjutkan setelah Indonesia menyelesaikan sisa pembayaran. Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan 536 miliar won dan diperkirakan akan melunasi tunggakan 64 miliar won pada Juni, bulan yang sama saat fase pengembangan KF‑21 dijadwalkan berakhir setelah lebih dari satu dekade kerja.

Proyek ini dimulai pada 2015 dengan tujuan menciptakan jet tempur supersonik multiperan buatan sendiri, menggantikan pesawat-pesawat usang dan memperkuat industri kedirgantaraan domestik. Indonesia bergabung sebagai mitra pengembangan di bawah skema pembagian biaya yang mencakup transfer teknologi serta pengiriman satu pesawat prototipe.

KF‑21 Boramae merupakan jet tempur canggih buatan dalam negeri pertama Korea Selatan dalam skala besar ini. Dibuat oleh Korea Aerospace Industries (KAI), jet mesin ganda ini dirancang untuk menjalankan misi tempur udara modern dan, di versi selanjutnya, serangan presisi. Seiring waktu, pesawat ini diharapkan menggantikan jet tempur lama militer Korea Selatan, termasuk F‑4 dan F‑5.

Menjelang 08 April 2026, berita menyebutkan bahwa pesawat spesifik yang direncanakan untuk ditransfer ke Indonesia lebih dari sekadar penyerahan simbolis. Prototipe kelima tersebut telah digunakan dalam verifikasi penerbangan, termasuk pengujian kemampuan pengisian bahan bakar di udara, yang merupakan salah satu fitur inti pesawat.

Program ini tidak lepas dari hambatan. Indonesia awalnya berkomitmen menanggung sekitar 20 % biaya pengembangan, namun penundaan pembayaran berujung pada negosiasi antara kedua negara. Tahun lalu, kedua pihak sepakat mengurangi porsi pendanaan Indonesia menjadi 600 miliar won, sekaligus memangkas tingkat transfer teknologi.

Transfer prototipe ini tampaknya menjadi tanda kedua negara ingin menjaga kemitraan saat pesawat bertransisi dari pengembangan ke tahap produksi. Pembicaraan juga kabarnya berlangsung mengenai kemungkinan kesepakatan Indonesia untuk membeli 16 jet tempur KF‑21 versi produksi. Jika terealisasi, ini akan menjadi pesanan ekspor pertama bagi Boramae.

Kesepakatan ini menandai pencapaian penting bagi kedua negara, menutup fase pengembangan dan membuka peluang ekspor. Langkah ini memperkuat hubungan militer dan menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat industri kedirgantaraan nasional.

KF-21 BoramaeIndonesiaKorea Selatantransfer prototipe jetprogram pengembangan pertahananindustri kedirgantaraanpenyerahan jet tempurkerjasama militer

Komentar

Memuat komentar...