Indonesia‑Rusia Tandatangani Agreed Minutes, Kerja Sama
Gambar atau konten salah?
Di Jakarta, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov menandatangani dokumen agreed minutes pada sidang komisi Indonesia‑Rusia. Dokumen ini menandai lanjutan kerja sama di bidang perdagangan, ekonomi, dan teknik.
Agreed Minutes memuat perkembangan pelaksanaan kerja sama bilateral, kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB, serta arahan tindak lanjut di berbagai sektor prioritas. Dokumen ini menjadi acuan penting bagi kedua negara dalam melanjutkan dan memperkuat implementasi kerja sama pada berbagai sektor prioritas serta memetakan berbagai potensi yang selama ini belum dikembangkan dengan baik, kata Airlangga dalam keterangan tertulis, 13 Mei 2026.
Substansi dokumen mencakup penguatan kerja sama di sektor strategis berikut: perdagangan dan investasi, energi terbarukan, pertanian dan perikanan, industri, transportasi dan konstruksi, pendidikan tinggi dan sains, kesehatan, pariwisata, budaya, pengembangan digital dan media massa, olahraga, geologi serta pemanfaatan sumber daya mineral, dan pengelolaan sampah padat perkotaan.
Dengan menandatangani dokumen ini, Indonesia dan Rusia menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kemitraan bilateral yang saling menguntungkan. Hal ini juga selaras dengan prioritas pembangunan nasional masing‑masing negara.
Kesimpulannya, agreed minutes menjadi landasan konkret bagi kedua negara untuk melanjutkan kerja sama di sektor‑sektor prioritas, sekaligus membuka peluang pengembangan potensi yang belum tersentuh.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
