Indosat Bawa AI-RAN Jaringan Masa Depan dari MWC

Dedi S. · 3 min baca · 4 bulan lalu · 101 dibaca
Bisik.id
Indosat Bawa AI-RAN Jaringan Masa Depan dari MWC

Gambar atau konten salah?

Ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona, Spanyol, menjadi wadah presentasi arah masa depan industri teknologi. Indosat Ooredoo Hutchison membawa fokus utama mengenai masa depan Kecerdasan Artifisial (AI) di Indonesia.

Di MWC 2026, berbagai inovasi dipamerkan, mulai dari pengembangan jaringan telekomunikasi terbaru hingga aplikasi AI yang semakin maju. Yang menarik, AI tidak lagi hanya sebatas aplikasi tambahan, melainkan mulai terintegrasi langsung ke dalam inti jaringan telekomunikasi itu sendiri.

Partisipasi Indosat pada MWC tahun ini lebih dari sekadar menampilkan teknologi baru. Ini menegaskan transformasi perusahaan melalui strategi yang mereka sebut AI North Star. Strategi ini menjadi panduan bagi Indosat untuk bertransformasi dari perusahaan telekomunikasi berbasis AI (AI Native Telco) menjadi perusahaan teknologi berbasis AI (AI TechCo). Langkah ini juga bertujuan menempatkan Indonesia dalam peta inovasi global.

Salah satu pengembangan yang disorot adalah AI-RAN (Artificial Intelligence Radio Access Network). Teknologi ini menanamkan kecerdasan artifisial langsung ke dalam jaringan radio. Fungsinya bukan hanya mengirimkan data, tetapi juga mampu memahami, memprediksi, dan mengoptimalkan operasional jaringan secara langsung (real-time).

Kemampuan AI-RAN didemonstrasikan secara nyata. Dari Barcelona, sebuah perintah dikirim melalui jaringan 5G yang sudah didukung AI menuju Surabaya, Indonesia. Perintah ini digunakan untuk mengendalikan sebuah robot anjing yang berjarak ribuan kilometer.

Dalam uji coba yang dilakukan di Surabaya pada (28/02/2026), robot tersebut mampu menerima instruksi hampir tanpa jeda. Robot tersebut dapat bergerak, memantau situasi, hingga menjalankan fungsi pengawasan jarak jauh. Eksperimen ini membuktikan bahwa jaringan yang dilengkapi kecerdasan menawarkan konektivitas yang jauh lebih tanggap dan mampu beradaptasi dibandingkan jaringan konvensional.

Vikram Sinha, Presiden Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan fungsi teknologi tersebut. Ia menegaskan bahwa tujuannya adalah memastikan seluruh masyarakat Indonesia, di mana pun lokasinya, dapat merasakan manfaat dari digitalisasi dan AI.

Bagi Indosat, AI bukan hanya tentang peningkatan kinerja jaringan. Ini adalah tentang membuka pintu akses peluang digital yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan AI-RAN, kecerdasan artifisial tidak lagi terpusat di pusat data atau *cloud*. AI menjadi bagian intrinsik dari jaringan itu sendiri.

Integrasi ini memungkinkan jaringan mengoptimalkan penggunaan spektrum frekuensi secara otomatis, mengurangi penundaan (latensi), hingga meningkatkan efisiensi energi. Evolusi ini menandai pergeseran peran jaringan telekomunikasi; dari sekadar jalur distribusi data menjadi platform distribusi kecerdasan.

Teknologi ini membuka potensi baru di berbagai sektor. Di pertanian, jaringan yang responsif mendukung penggunaan perangkat *smart farming* yang bisa dipantau secara langsung. Dalam layanan kesehatan, dokter dapat memanfaatkan sistem diagnosis berbasis AI yang membutuhkan konektivitas latensi rendah. Pendidikan jarak jauh juga bisa menjadi lebih interaktif, bahkan untuk area yang jauh dari pusat kota.

Pengembangan AI-RAN ini merupakan hasil kolaborasi internasional. Indosat bekerja sama dengan perusahaan teknologi seperti NVIDIA dan Nokia untuk mengintegrasikan jaringan 5G, akselerasi komputasi, dan AI.

Inovasi ini juga melibatkan sumber daya lokal. Indosat, bersama mitra teknologinya, mendirikan AI-RAN Research Center di Surabaya. Pusat ini bertujuan memperkuat kemampuan insinyur Indonesia melalui riset dan pengembangan jaringan berbasis AI. Robot anjing yang digunakan dalam demonstrasi pun melibatkan mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Langkah ini menunjukkan fokus Indosat pada pembangunan ekosistem inovasi dalam negeri, bukan sekadar mengadopsi teknologi. Ke depan, perusahaan berencana membangun beberapa klaster AI-RAN di berbagai wilayah sebagai langkah awal implementasi jaringan cerdas yang lebih luas. Tujuannya adalah membuka peluang layanan digital dan aplikasi AI di beragam sektor.

Upaya ini sejalan dengan rencana Indosat mendukung pengembangan Sovereign AI. Ini adalah ekosistem kecerdasan artifisial yang dibangun dengan mempertimbangkan kebutuhan nasional, didukung kolaborasi global, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Inovasi yang dipamerkan di Barcelona menjadi penanda bahwa Indonesia mulai mengambil peran lebih aktif di arena inovasi global. Bagi Indosat, arah transformasi ini tetap berpegang pada komitmen mereka: "tidak seorang pun boleh tertinggal."


Ringkasan Berita

  • Indosat Ooredoo Hutchison mempresentasikan visi masa depan AI Indonesia di MWC 2026 Barcelona.
  • Perusahaan berfokus pada transformasi menuju AI TechCo melalui strategi AI North Star.
  • Inovasi utama yang diperkenalkan adalah AI-RAN (Artificial Intelligence Radio Access Network), yang mengintegrasikan AI langsung ke jaringan radio untuk optimasi *real-time*.
  • Demonstrasi sukses dilakukan berupa pengendalian robot anjing di Surabaya dari Barcelona menggunakan jaringan 5G AI-RAN, menunjukkan latensi sangat rendah.
  • Pengembangan ini melibatkan kemitraan dengan NVIDIA dan Nokia, serta pembangunan AI-RAN Research Center di Surabaya bersama talenta lokal, termasuk mahasiswa ITS.
  • Indosat berencana memperluas implementasi AI-RAN di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari kontribusi pada pengembangan Sovereign AI nasional.
MWC 2026Indosat Ooredoo HutchisonAI-RANJaringan CerdasAI Native TelcoTransformasi DigitalSovereign AI

Komentar

Memuat komentar...