Indosat Tetap Kelola Kurs Rupiah Meski Dolar Menguat

Iwan D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Indosat Tetap Kelola Kurs Rupiah Meski Dolar Menguat

Gambar atau konten salah?

Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memicu perhatian di berbagai sektor industri. Khususnya bagi perusahaan telekomunikasi, yang sangat bergantung pada peralatan dan teknologi impor, fluktuasi mata uang dapat menambah beban biaya.

Indosat Ooredoo Hutchison mengaku masih dapat mengelola pergerakan kurs ini tanpa mengganggu stabilitas operasional. Direktur dan Chief Financial Officer perusahaan, Nicky Lee, menegaskan bahwa perusahaan terus memantau dinamika makroekonomi sebagai bagian dari strategi pengelolaan bisnis jangka panjang.

“Sebagai langkah pengelolaan risiko, kewajiban keuangan perusahaan sebagian besar didenominasikan dalam mata uang rupiah,” ujar Nicky Lee, Rabu (27 Mei 2026). Ia juga menambahkan bahwa Indosat memiliki kemampuan melakukan lindung nilai atau hedging valuta asing sesuai kebutuhan untuk mengantisipasi gejolak nilai tukar.

Strategi tersebut dianggap penting di tengah penguatan dolar AS yang dapat meningkatkan biaya operasional industri telekomunikasi. Pengadaan perangkat jaringan, infrastruktur, dan teknologi lainnya masih sangat bergantung pada impor, sehingga kenaikan harga dolar berpotensi menambah beban biaya.

Meski demikian, Indosat menegaskan bahwa kondisi nilai tukar saat ini belum mempengaruhi komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan kepada pelanggan. “Fluktuasi nilai tukar hingga saat ini dapat kami kelola dengan baik,” kata Nicky Lee. Ia menekankan fokus perusahaan tetap pada penyediaan layanan dan pengalaman terbaik bagi pelanggan, sebagai bagian dari dukungan terhadap konektivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Industri telekomunikasi memang termasuk sektor yang cukup sensitif terhadap pergerakan kurs dolar AS. Kebutuhan investasi jaringan dan teknologi masih banyak menggunakan komponen berbasis mata uang asing.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hampir menyentuh level Rp 17.800 per US$. Pada penutupan perdagangan Selasa (26 Mei 2026), dolar AS menguat 0,29% atau berada di level Rp 17.795.

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, anjloknya nilai tukar rupiah tidak masuk akal karena fundamental ekonomi Indonesia dianggap bagus. “Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujarnya.

Walaupun rupiah melemah, Purbaya menyebut imbal hasil di pasar obligasi Indonesia mengalami penurunan. Hal ini tak lepas dari aksi pemerintah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) melalui treasury operation demi menjaga stabilitas nilai tukar.

Secara keseluruhan, Indosat Ooredoo Hutchison tetap menegaskan kemampuan manajemen risiko dan komitmen terhadap layanan pelanggan, sementara pemerintah berupaya menstabilkan pasar melalui intervensi di sektor keuangan. Hal ini menunjukkan koordinasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam menghadapi tantangan fluktuasi mata uang.

Nilai tukar rupiahIndosat Ooredoo Hutchisonhedging valuta asingtelekomunikasidolar ASintervensi pasarpembiayaan teknologi impor

Komentar

Memuat komentar...