Wisatawan Diseruduk Bison di Yellowstone, Terlempar 2,4 Meter

Ani R. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Wisatawan Diseruduk Bison di Yellowstone, Terlempar 2,4 Meter

Gambar atau konten salah?

Seorang wisatawan pria mengalami luka serius setelah diseruduk seekor bison di Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat. Peristiwa ini terjadi pada malam hari, Jumat, 10 Juli 2026. Korban terlempar hingga sekitar 2,4 meter ke udara akibat serangan hewan tersebut.

Mike MacLeod, seorang fotografer profesional yang berasal dari Bozeman, Montana, menyaksikan langsung kejadian itu. Menurutnya, insiden berlangsung di area perkemahan Bridge Bay, yang terletak di sebelah selatan Fishing Bridge. Saat itu, korban bersama cucunya sedang berjalan-jalan. Tiba-tiba, seekor bison yang tampak gelisah menyerang mereka.

MacLeod awalnya hanya berniat memotret bison yang sedang mengamuk. Namun, pengalaman itu mengubah pandangannya terhadap perilaku hewan tersebut, terutama di musim tertentu. Ia mengaku tidak pernah menyangka hal seperti itu bisa terjadi.

Kronologi kejadian bermula ketika MacLeod sedang berkemah di Bridge Bay Campground. Istrinya melihat seekor bison memasuki area perkemahan. MacLeod kemudian mengambil kamera dan mulai merekam dari jarak yang dianggap aman. Bison itu berjalan melewati area perkemahan.

Hewan tersebut lalu mendekati sekelompok anak-anak yang sedang mengambil foto menggunakan ponsel. Jarak mereka cukup jauh dari bison. Namun, bison itu tiba-tiba menyerang mereka. Beruntung, anak-anak itu berhasil menyelamatkan diri. Bison belum berhenti dan terus bergerak melewati area perkemahan.

MacLeod tetap merekam kejadian tersebut. Ia adalah mantan fotografer tempur di Angkatan Darat. Ia bisa melihat bahwa sesuatu akan terjadi. Menurutnya, bison itu terus berlari di sekitar area perkemahan. Para penghuni kamp saling memperingatkan dengan berteriak agar orang lain berhati-hati. Setelah beberapa waktu, bison berhenti dan berguling-guling di tanah berdebu. Perilaku itu biasa dilakukan hewan tersebut.

Tidak lama kemudian, korban dan cucunya muncul di area tersebut. Mereka tidak mengetahui bahaya yang mengintai. Mereka bahkan tidak berada di jalur perkemahan itu. Mereka berjalan di jalur yang cukup jauh dari bison. Namun, tiba-tiba hewan itu berlari ke arah mereka.

Menurut standar National Park Service, korban dan cucunya sebenarnya berada pada jarak aman. Jarak mereka sekitar 91 meter dari bison. Mereka sempat berhenti untuk mengambil foto ketika bison terlihat sudah lebih tenang. Bison duduk di tanah berdebu seperti biasanya, dengan kepala mengarah ke jalan.

Saat bison mulai berdiri, sang kakek memutuskan untuk segera pergi bersama cucunya. Keduanya bergerak menjauh dan berlindung di balik pepohonan. Namun, situasi kembali berubah. Sebuah truk pikap putih melintas. Kendaraan itu diduga kembali memicu agresivitas bison.

Bison itu mengejar truk tersebut. Pengemudi melihat apa yang terjadi, tetapi tetap melaju. Setelah itu, bison bergerak menuju tempat kedua orang itu bersembunyi di balik pepohonan. Bison kemudian mengejar keduanya. Sang cucu berhasil melarikan diri, tetapi kakeknya tidak sempat menghindar.

Bison itu menyeruduk korban menggunakan tanduk kirinya di bagian pinggul. Tubuh pria tersebut terlempar ke udara. Tanduk kiri bison mengenai pinggulnya dan melemparkannya ke udara. Ia melakukan putaran sempurna lalu jatuh menyamping. Bison itu tingginya setidaknya sekitar 1,8 meter. Korban terlempar beberapa kaki di atas tubuh bison.

Setelah korban terjatuh, bison tidak langsung pergi. Hewan itu berdiri di dekat pria yang baru saja diseruduk sambil menggelengkan kepala. Itu menunjukkan tanda-tanda masih agresif. Melihat kondisi itu, MacLeod memutuskan untuk bertindak. Ia harus menarik perhatian bison. Ia takut bison akan menyeruduk pria yang tergeletak di tanah. MacLeod berhenti merekam dan berlari ke arah bison sambil berteriak. Ia mencoba terlihat besar dan mengintimidasi. Beberapa pengunjung lain kemudian mengikuti tindakan MacLeod dengan mendekati bison. Upaya itu berhasil membuat bison akhirnya menjauh.

Setelah bison pergi, para pengunjung segera memberikan pertolongan. Korban mengalami rasa sakit parah, terutama pada bagian pinggul dan kaki yang terbentur saat jatuh. Namun, tidak terlihat adanya luka luar. Salah satu pengunjung memegang tangan korban. Yang lain mengawasi sekitar untuk memastikan bison tidak kembali. Seorang pengunjung lain menghubungi 911. Beberapa orang membantu memeriksa kondisi korban.

Tim medis Yellowstone kemudian tiba dan mengambil alih penanganan. Berdasarkan informasi dari cucu korban yang masih berkomunikasi dengan MacLeod, sang kakek mengalami cedera cukup serius. Kondisinya masih harus dipantau.

Menurut MacLeod, bison tersebut memang sudah menunjukkan tanda-tanda agresif sejak memasuki area perkemahan. Perilaku itu berkaitan dengan musim kawin bison yang berlangsung antara Juni hingga September. Pada periode tersebut, banteng bison mengalami peningkatan energi dan agresivitas saat bersaing untuk mendapatkan dominasi dan pasangan.

MacLeod menilai korban dan cucunya tidak melakukan kesalahan. Mereka hanya berjalan sore hari, berbelok di suatu tempat, lalu tiba-tiba ada seekor bison. Menurutnya, bison tersebut tampaknya memang sedang mencari konflik dan memilih kedua orang itu sebagai sasaran. Ia sudah lama berada di sekitar bison, tapi kejadian ini benar-benar aneh. Ada banyak orang lain di sekitar, bahkan sebagian lebih dekat dengan bison.

Peristiwa serangan bison di Yellowstone bukanlah hal yang sepenuhnya langka, meskipun tingkat keparahannya bervariasi. Taman nasional ini selalu mengingatkan pengunjung untuk menjaga jarak aman dari satwa liar, termasuk bison. Musim kawin yang berlangsung dari pertengahan tahun hingga awal musim gugur memang menjadi periode dengan risiko lebih tinggi. Bison jantan cenderung lebih mudah terprovokasi dan agresif selama masa ini. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa meskipun terlihat tenang, hewan liar tetaplah tidak bisa diprediksi sepenuhnya.

bisonYellowstoneseranganwisatawanmusim kawinjarak amanagresivitas

Komentar

Memuat komentar...