Inpres Operasional Koperasi Merah Putih 16 Mei di Nganjuk
Gambar atau konten salah?
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengumumkan bahwa aturan tentang operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan segera diterbitkan. Rencana ini sejalan dengan upaya mempersiapkan peresmian sekitar 1.000 Kopdeskel Merah Putih dalam waktu dekat.
Rancangan Instruksi Presiden (Inpres) yang mengatur operasionalisasi tersebut sudah berada di Sekretariat Negara (Setneg). Aturan ini akan melengkapi dua Inpres sebelumnya yang sudah berlaku.
“Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi proses penerbitan Instruksi Presiden tentang operasionalisasi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini juga akan diterbitkan. Akhirnya Inpres tentang operasionalisasi ini sudah ada,” ujar Ferry dalam rapat koordinasi nasional di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 13 Mei 2026.
Ketika ditanya poin-poin apa saja yang diatur, Ferry menekankan bahwa Kopdeskel Merah Putih harus beroperasi. Mulai dari skema model bisnis yang akan dijalankan, hingga pengaturan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola operasional di lapangan.
“Operasionalisasinya itu kan bukan pembangunan fisiknya tapi model bisnisnya, kemudian rekrutmen SDM untuk operasionalisasinya kemudian sistem informasi manajemen yang harus dipersiapkan,” jelas Ferry. Ia menegaskan akan terus berkoordinasi dengan kementerian lain, pemerintah daerah, dan PT Agrinas Pangan Nusantara dalam proses penyusunan.
Menjawab pertanyaan tentang kapan Inpres tersebut akan terbit, Ferry menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan operasional ribuan koperasi pada pertengahan 16 Mei. Rencananya, peresmian tersebut akan dilakukan di Nganjuk, Jawa Timur.
“Itu rencananya tanggal 16 Mei kalau tidak ada halangan dan Bapak Presiden sedianya akan melaksanakan acara peresmian operasional Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih sebanyak 1.061 khusus di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang akan dilaksanakan secara simbolik di Kabupaten Nganjuk,” jelas Ferry.
Dengan langkah ini, pemerintah menargetkan peningkatan akses keuangan dan pengembangan ekonomi desa melalui model koperasi yang terstruktur. Operasionalisasi ini diharapkan dapat memperkuat jaringan usaha mikro dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
