Insentif Kendaraan Listrik Akan Terbit Bulan Depan
Gambar atau konten salah?
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengumumkan bahwa peraturan tentang insentif kendaraan listrik akan muncul bulan depan. Awalnya, rencana peluncuran insentif ini ditargetkan pada bulan Juni 2026, namun kemudian ditunda.
Faisol menegaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan mengenai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang akan menjadi dasar hukum pemberian insentif kendaraan listrik. “(PMK insentif EV terbit bulan depan?) Sudah dalam koordinasi kita,” ujarnya di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, 18 Juni 2026.
Ketika diminta konfirmasi lebih lanjut, Faisol memberikan jawaban singkat. Namun, ketika ditanya tentang detail skema insentif, ia menyatakan bahwa penjelasan mendalam berada di ranah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. “Iya (terbit bulan depan). (Bocoran insentif) Nanti lah, kan itu dari Pak Purbaya,” jelasnya.
Pemerintah berencana memberikan insentif kepada 200 ribu kendaraan listrik, dengan 100 ribu unit motor dan 100 ribu unit mobil. Untuk motor listrik, subsidi yang disiapkan sebesar Rp 5 juta per unit. Subsidi untuk mobil listrik masih dalam tahap pembahasan.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa pemberian insentif di sektor kendaraan listrik ditunda satu bulan. “Insentif EV masih ditunda satu bulan lagi,” kata Purbaya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, 26 Mei 2026.
Dengan penundaan satu bulan, target peluncuran tetap pada Juni 2026. PMK yang akan diterbitkan bulan depan akan menjadi landasan hukum bagi program subsidi kendaraan listrik yang ditujukan untuk 200 ribu unit, termasuk motor dan mobil. Program ini diharapkan dapat mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia, meskipun detail implementasinya masih menunggu keputusan akhir dari pihak keuangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
