Instruktur Lompat dari Pesawat, Siswa Sendirian di Kokpit

Teguh A. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Instruktur Lompat dari Pesawat, Siswa Sendirian di Kokpit

Gambar atau konten salah?

Seorang instruktur penerbangan di Argentina meninggal setelah melompat keluar dari pesawat yang sedang terbang. Ia meninggalkan muridnya sendirian di kokpit saat latihan.

Leandro Andrés Bertazzo (42) ditemukan tewas setelah insiden langka di Toledo, Argentina bagian tengah, pada Sabtu, 04 Juli 2026. Otoritas setempat masih menyelidiki kasus ini.

Bertazzo sedang memberi pelatihan terbang menggunakan pesawat Cessna 150 kepada seorang siswa bernama Rosario, yang berusia 22 tahun. Menurut kesaksian Rosario, sesaat sebelum kejadian, Bertazzo berkata, "Kau tahu apa yang harus kau lakukan, lanjutkan."

Setelah mengatakan itu, ia melepas headset dan sabuk pengamannya. Ia membuka pintu pesawat, lalu melompat keluar.

Eduardo Álvarez, Direktur sekolah penerbangan Flying Parrot Córdoba, mengatakan tidak ada tanda-tanda sebelumnya bahwa Bertazzo berniat mengakhiri hidupnya. Pada hari yang sama, ia bahkan masih sempat menerbangkan pesawat bersama siswa lain.

"Dia membuat keputusan tragis itu ketika berada di dalam pesawat bersama orang lain. Sulit untuk dipahami karena pikiran manusia sangat kompleks. Bertazzo adalah pribadi yang baik dengan senyum yang menawan. Kami semua sangat terkejut," kata Álvarez kepada TN.

Álvarez menjelaskan bahwa membuka pintu pesawat saat terbang bukanlah hal mudah. Gaya tekan udara membuat pintu sangat sulit dibuka. Ia membandingkannya dengan mencoba membuka pintu mobil yang melaju sekitar 200 kilometer per jam.

Meski mengalami syok berat akibat kejadian itu, Rosario berhasil mengendalikan pesawat dan mendaratkannya dengan selamat. Pesawat juga dilaporkan tidak mengalami kerusakan.

Bertazzo dikenal sebagai instruktur penerbangan berpengalaman. Sebelumnya, ia pernah bekerja di Chile. Hingga kini, jaksa masih menyelidiki secara menyeluruh penyebab dan kronologi pasti insiden yang berujung pada kematiannya.

Insiden ini terjadi di tengah sesi latihan rutin. Tidak ada indikasi masalah teknis pada pesawat. Yang paling membingungkan penyidik adalah keputusan mendadak Bertazzo untuk melompat, tanpa ada peringatan atau perubahan perilaku sebelumnya. Rekan-rekannya menggambarkannya sebagai pribadi yang ceria dan profesional. Kasus ini menyisakan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban bagi keluarga dan komunitas penerbangan setempat.

instruktur penerbanganArgentinamelompat dari pesawatmurid sendirianCessna 150penyidikankeputusan tragis

Komentar

Memuat komentar...