Wisatawan Lokal Diusir dari Pantai Blue Lagoon Bali Demi Turis Asing

Fajar H. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Wisatawan Lokal Diusir dari Pantai Blue Lagoon Bali Demi Turis Asing

Gambar atau konten salah?

Sebuah video yang memperlihatkan wisatawan lokal mengaku diusir dari Pantai Blue Lagoon, Karangasem, Bali, viral di media sosial. Kejadian ini diduga terjadi karena pantai tersebut akan kedatangan wisatawan mancanegara.

Dalam video yang beredar, seorang perempuan menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Pantai Blue Lagoon yang terletak di Desa Padangbai, Kecamatan Manggis. Ia datang bersama rombongan untuk makan dan snorkeling. Namun, mereka justru diminta untuk tidak berlama-lama. Alasannya, ada turis asing yang akan datang.

"Kami belum selesai makan sudah diangkat, mau snorkeling malah diusir, pantesan sepi," kata perempuan tersebut dalam video yang viral.

Pemilik warung di sekitar pantai disebut yang meminta mereka pergi. Pemilik warung itu khawatir para wisatawan mancanegara tidak kebagian tempat. Video ini pun langsung ramai dikomentari warganet. Banyak yang menyayangkan sikap tersebut. Mereka menilai banyak tempat di Bali lebih menghargai wisatawan asing dibandingkan turis lokal.

Bendesa Adat Padangbai, Made Sudiarta, angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa lahan di dekat Pantai Blue Lagoon adalah milik pribadi yang digunakan untuk usaha. Menurutnya, hal itu tidak ada hubungannya dengan desa adat. Namun, ia menegaskan bahwa aktivitas di pantai seharusnya tidak boleh dilarang.

"Kami belum berani memberikan tanggapan terkait kejadian tersebut karena lahannya milik pribadi," kata Sudiarta pada Kamis, 09 Juli 2026.

Kepala Desa Padangbai, Ni Wayan Suparwati Dewi, juga memberikan pernyataan serupa. Ia mengaku kurang tahu soal kejadian tersebut. Ia menambahkan bahwa di pinggir Pantai Blue Lagoon memang ada lahan milik pribadi yang digunakan untuk membuka usaha.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem, I Wayan Kariasa, menyayangkan insiden ini. Menurutnya, semua wisatawan—baik asing, domestik, maupun masyarakat lokal—berhak mendapatkan pelayanan yang baik. Tidak boleh ada diskriminasi.

"Apalagi jika mereka sama-sama membayar tiket masuk, menyewa fasilitas, serta berkontribusi pada perekonomian setempat melalui konsumsi dan aktivitas wisata," ujar Kariasa.

Ia menekankan bahwa pantai adalah ruang publik. Semua orang seharusnya bisa menikmatinya sesuai aturan yang berlaku. Tidak sepatutnya pengunjung dibeda-bedakan hanya karena status kewarganegaraan atau asal mereka.

"Semoga ada evaluasi, pariwisata Bali akan makin maju apabila mengedepankan keramahan, keadilan dan rasa hormat kepada setiap wisatawan, baik asing, domestik maupun masyarakat lokal," ujar Kariasa.

Peristiwa ini memicu diskusi tentang perlakuan terhadap wisatawan lokal di Bali. Banyak yang berharap kejadian serupa tidak terulang. Pantai sebagai ruang publik harusnya bisa dinikmati semua orang tanpa memandang asal-usul. Pelayanan yang adil dan ramah adalah kunci pariwisata yang berkelanjutan.

Pantai Blue LagoonWisatawan LokalDiusirTuris AsingDiskriminasiBaliViral

Komentar

Memuat komentar...