Iran Bangun Kembali Pintu Masuk Rudal Setelah Serangan AS
Gambar atau konten salah?
Iran kembali menyiapkan serangan rudal jarak jauh setelah serangan dari Amerika Serikat dan Israel menghancurkan pintu masuk terowongan bawah tanah. Di tengah operasi militer, Iran mengeksekusi pemulihan cepat dengan memanfaatkan peralatan sederhana seperti buldoser dan dump truck.
Serangan AS dan Israel menargetkan akses Iran ke situs rudal bawah tanah dengan memusnahkan jalan dan pintu masuk terowongan. Namun, citra satelit yang diperiksa menunjukkan Iran mengisi kawah ledakan dan menebang kembali jalan dengan alat berat, memastikan peluncur tetap dapat dioperasikan.
Menurut data, Iran kini telah membuka blokir 50 dari 69 pintu masuk terowongan yang sebelumnya diserang. Di 18 fasilitas rudal bawah tanah, sebagian besar pintu masuk kini dapat diakses kembali, meski masih ada beberapa yang tersisa.
Di luar Isfahan, serangan AS dan Israel menghancurkan empat pintu masuk terowongan. Di dua pintu masuk tersebut, terlihat setidaknya 18 kawah ledakan. Awal Mei, citra satelit menampilkan truk jungkit menimbun kawah-kawah tersebut, sementara jalan yang sebelumnya dibom kini diaspal kembali.
Presiden Donald Trump sering menuduh persenjataan rudal Iran sebagai alasan utama perang. Jaringan pangkalan rudal bawah tanah Iran, yang dibangun lebih dari dua dekade lalu, memberikan perlindungan besar bagi rudal dan peluncurnya. Fasilitas ini sangat dalam—beberapa mencapai ratusan meter—yang membatasi opsi serangan militer AS dan Israel.
Di minggu awal konflik, militer AS dan Israel beralih menargetkan pintu masuk pangkalan, sekaligus mencari dan menghancurkan peluncur. Taktik ini berhasil menurunkan tembakan rudal Iran secara signifikan. Serangan merusak pangkalan dengan parah, mengubur sebagian besar pintu masuk dan menghancurkan akses.
Meski demikian, intelijen AS memperkirakan Iran masih memiliki sekitar 1.000 rudal di fasilitas bawah tanah yang diyakini tidak mengalami banyak kerusakan. “Mereka dapat terus meluncurkan rudal selama masih memiliki peluncur dan kru, bahkan jika produksinya terhenti,” ujar Sam Lair, peneliti di James Martin Center for Nonproliferation Studies.
Timur Kadyshev, peneliti Institute for Peace Research and Security Policy di Universitas Hamburg, menambahkan, “Mereka mempersiapkan diri untuk jenis perang semacam ini selama 20 tahun.”
Untuk membuka kembali pangkalan, Iran mengerahkan berbagai peralatan konstruksi. Di citra satelit, kendaraan terlihat mengeruk puing-puing sementara truk jungkit menimbun kawah ledakan dengan tanah. Di pangkalan di luar Isfahan, serangan AS dan Israel memblokir empat pintu masuk terowongan. Awal Mei, truk jungkit menimbun kawah-kawah tersebut, dan dua pintu masuk lainnya berhasil dibuka. Jalan menuju lokasi yang sebelumnya dibom kini diaspal.
Serangan terhadap pabrik rudal Iran mungkin tidak cukup untuk menghentikan Teheran membangun kembali kapasitas produksi. Penilaian intelijen AS menunjukkan Iran mulai membangun kembali kemampuan militer, termasuk produksi drone serta mengganti peluncur rudal dan kapasitas produksi.
Dengan membuka kembali 50 pintu masuk terowongan, Iran menegaskan kemampuannya untuk terus menembakkan rudal meski produksi terhenti. Sementara AS dan Israel menargetkan rantai pasokan rudal, Iran tampak menyesuaikan strategi dengan memperbaiki fasilitas bawah tanah dan memanfaatkan alat berat untuk pemulihan cepat.
Selat Hormuz, yang telah mencapai kesepakatan tentatif untuk dibuka kembali, masih memerlukan waktu berbulan-bulan untuk merumuskan rincian. Jika permusuhan berlanjut, Iran berada dalam posisi yang memungkinkan untuk terus meluncurkan rudal.
Secara keseluruhan, Iran telah menunjukkan ketahanan dalam memulihkan jaringan rudal bawah tanahnya. Meski serangan AS dan Israel menurunkan tembakan, Iran tetap memiliki kapasitas yang cukup untuk melanjutkan operasi rudal. Keputusan strategis untuk memperbaiki fasilitas bawah tanah menandakan kesiapan jangka panjang Iran dalam menghadapi konflik yang berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Inggris Dihukum Gara-Gara Bertahan, Argentina ke Final
Menkomdigi Dukung Penuh Larangan Gadget di Sekolah
XLSmart Siapkan Pengembalian 15 MHz Pita 900 MHz ke Negara
Reflect Orbital Dapat Izin Luncurkan Satelit Cermin Raksasa
Indonesia Wait and See soal Spektrum 6G
XLSmart Menang Lelang Frekuensi 700 MHz, Bayar Rp1 Triliun
Berita Terbaru
Dampak Kemarau di Tasikmalaya: Danau Situ Gede Hampir Kering
Menyundul Bola Aman? Dokter Saraf Buka Suara
Indonesia Raih Peringkat Kedua Wisata Ramah Muslim 2026
Oyarzabal Satu Langkah Lagi Pecahkan Rekor Gol Spanyol
Lima Wakil Indonesia Bertanding di Japan Open 2026
Baznas Tangerang Buka Beasiswa Rp3 Juta Per Semester
Ridwan Kamil Resmi Jadi Ayah Angkat Arkana
7 Makanan Penakluk Asam Urat
Inggris Dihukum Gara-Gara Bertahan, Argentina ke Final
