Iran Batasi Kapal Asing Lewati Selat Hormuz

Dewi M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 59 dibaca
Bisik.id
Iran Batasi Kapal Asing Lewati Selat Hormuz

Gambar atau konten salah?

Iran telah memperketat pengawasan di Selat Hormuz. Sejak akhir Februari 2026, Iran hanya mengizinkan kapal dari negara-negara sekutu untuk melewati jalur perairan strategis tersebut. Kebijakan ini berdampak signifikan, membuat rute pelayaran penting itu praktis tertutup bagi banyak negara lain.

Analisis dari perusahaan intelijen maritim Windward menunjukkan bahwa beberapa kapal masih berhasil keluar dari perairan Iran pada 15-16 Maret 2026. Laporan tersebut menyebutkan, "Rute baru ini menggambarkan bagaimana blokade selektif Iran telah berkembang untuk memungkinkan sekutu dan pendukungnya untuk transit."

Beberapa negara dilaporkan telah mendapatkan izin khusus untuk melewati jalur vital ini:

  • Pakistan: Sebuah kapal tanker berbendera Pakistan, jenis Aframax bernama Karachi, dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz keluar dari Teluk melalui jalur yang diizinkan Iran.
  • India: Iran juga memberikan izin kepada kapal-kapal India. Setidaknya dua kapal tanker pengangkut gas minyak cair (LPG) dilaporkan berhasil melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan di India setelah adanya komunikasi antara kedua negara.
  • Turki: Kapal milik Turki juga mendapatkan izin dari otoritas Iran. Izin ini diberikan kepada salah satu kapal yang sebelumnya berada di dekat perairan Iran, menyusul persetujuan langsung dari Teheran.

Sementara itu, negosiasi untuk akses serupa masih berlangsung dengan negara lain. China disebut sedang melakukan pembicaraan intensif dengan Iran. Negara tersebut sangat bergantung pada pasokan minyak mentah dan gas yang melewati Selat Hormuz, sehingga perlu memastikan kapal kargonya dapat melintas dengan aman.

Negara-negara Eropa, seperti Prancis dan Italia, juga dilaporkan mengajukan permintaan izin serupa kepada Iran. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian apakah kapal-kapal dari negara Eropa tersebut telah mendapatkan izin melintas.

Sebelumnya, Iran sempat menutup Selat Hormuz menyusul serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Iran kemudian menyatakan jalur tersebut tetap terbuka, namun secara terbatas, hanya untuk negara-negara yang dianggap tidak berpihak pada Washington. Kebijakan pembatasan ini menimbulkan dampak besar pada perdagangan global, sebab sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati jalur ini.

Langkah Iran ini dinilai oleh sejumlah analis sebagai bentuk kontrol strategis terhadap jalur energi dunia. Ini juga dilihat sebagai alat tekanan dalam konflik yang terus berlangsung.

Selat HormuzIranBlokade SelektifPakistanIndiaTurkiAkses PelayaranNegosiasi Energi

Komentar

Memuat komentar...