Iran Buka Selat Hormuz, Malaysia Diterima Negara Sahabat
Gambar atau konten salah?
Jakarta - Iran telah membuka Selat Hormuz bagi negara-negara yang dianggapnya bersahabat. Kapal tanker dari negara-negara yang diberi lampu hijau oleh Iran kini dapat keluar dari selat tersebut. Pernyataan ini disampaikan melalui akun media sosial X milik Konsulat Jenderal Iran di Mumbai, mengutip Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
"Kami mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan,"
Setidaknya lima negara dianggap bersahabat, termasuk Pakistan hingga Rusia. Iran mengizinkan pelayaran bagi negara-negara sahabat seperti China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan.
Selain itu, Malaysia juga menyatakan telah diizinkan Iran keluar dari Selat Hormuz. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan kapal tanker Malaysia diizinkan melewati Selat Hormuz.
Keputusan itu merupakan hasil dari berbicara dengan para pemimpin Iran, Mesir, Turki dan negara-negara regional lainnya.
Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Anwar Ibrahim berterima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian karena telah mengizinkan kapal-kapal Malaysia untuk melewati Selat Hormuz.
"Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang,"
Sementara itu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz. Dalam unggahan di X, ia mengatakan, penutupan berkepanjangan Selat Hormuz telah menghambat pasokan minyak, gas, dan pupuk pada momen penting musim tanam global.
"Di seluruh kawasan dan sekitarnya, warga sipil mengalami dampak serius dan hidup dalam ketidakamanan yang mendalam. PBB bekerja untuk meminimalkan dampak perang. Dan cara terbaik untuk meminimalkan dampak tersebut sudah jelas: akhiri perang sekarang juga,"
Guterres juga mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk mengakhiri perang di Asia Barat. Ia menyinggung bahwa perang hanya menimbulkan penderitaan yang lebih dalam bagi masyarakat.
"Pesan saya kepada Amerika Serikat dan Israel adalah sudah saatnya mengakhiri perang, di tengah penderitaan manusia yang semakin dalam, korban sipil yang terus bertambah, serta dampak ekonomi global yang semakin besar. Pesan saya kepada Iran adalah menghentikan serangan terhadap negara tetangga yang tidak terlibat dalam konflik,"
26 Maret 2026
Pergerakan ini mencerminkan upaya diplomatik untuk mempermudah pelayaran dan meredakan ketegangan di wilayah strategis. PBB menyoroti pentingnya membuka kembali jalur tersebut demi pasokan energi global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
APN Catat Surplus Operasional Rp2,86 Triliun di 2025
Realisasi Jagung Pemerintah Baru 19%
PHE OSES Mulai Injeksi Polimer di Lapangan Lepas Pantai Rama
Batam Dinilai Jadi Kunci Pintu Logistik ASEAN
Agrinas Tanggapi Keluhan Gaji Pengelola Gerai Kopdes Merah Putih
Pelabuhan Patimban Kurangi Beban Tanjung Priok
Berita Terbaru
Persib Tak Pasang Target di Piala Presiden
390 Pelajar RI Raih Beasiswa Garuda 2026, Siap Kuliah LN
APN Catat Surplus Operasional Rp2,86 Triliun di 2025
Warga Antre Air Bersih Saat Kemarau di Sukabumi
Kades Situbondo Tersangka Korupsi Dana Desa Rp289 Juta
Rian Ardianto Mulai dari Nol Lagi
Adaksi Usul Gaji Dosen Rp20-50 Juta per Bulan
Persebaya Gaet 5 Pemain Asing Baru untuk Super League 2026/2027
Bom Diduga Peninggalan PD II Ditemukan di Sungai Blitar
