Iran Izinkan 20 Kapal Pakistan Transit Selat Hormuz
Gambar atau konten salah?
Iran telah mengizinkan 20 kapal berbendera Pakistan melintasi Selat Hormuz. Pemberitahuan ini datang langsung dari Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar. Melansir Al‑Jazeera, Dar mengumumkan kesepakatan tersebut melalui akun X miliknya pada Sabtu (28 Maret 2026).
Ia menyatakan dua kapal akan melintasi jalur tersebut setiap hari sesuai pengaturan khusus ini. "Saya senang menyampaikan kabar baik bahwa Pemerintah Iran telah setuju untuk mengizinkan 20 kapal lagi berbendera Pakistan untuk melewati Selat Hormuz; dua kapal akan melintasi Selat tersebut setiap hari," tulis Dar, dikutip Minggu (29 Maret 2026).
Dar menandai pejabat tinggi Amerika Serikat, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Utusan Steve Witkoff, dan Menlu Iran Abbas Araghchi. Ia menilai keputusan Iran sebagai tanda perdamaian yang dapat memulihkan stabilitas wilayahnya yang saat ini berada di ambang kehancuran.
Selat Hormuz ditutup setelah AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei sejak 28 Februari 2026. Kondisi di lapangan saat ini sangat mencekam bagi dunia logistik. Sekitar 2.000 kapal terjebak di kedua sisi selat yang sempit tersebut. Volume lalu lintas maritim merosot hingga 90 %. Hanya 150 kapal yang berhasil lewat sejak perang meletus.
Situasi ini memicu harga minyak dunia sempat melonjak hingga US$ 100 per barel atau naik sekitar 40 %. Saat ini, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengendalikan ketat jalur tersebut layaknya pos pemeriksaan. Kapal yang ingin lewat wajib menyerahkan detail kargo, daftar awak, hingga tujuan kepada perantara yang disetujui IRGC.
Jika lolos verifikasi, kapal akan mendapat kode izin dan dikawal melewati perairan Iran. Kabarnya, setidaknya ada dua kapal yang sudah membayar biaya 'hak istimewa' sebesar US$ 2 juta per lintasan yang dibayar menggunakan mata uang yuan China.
Keputusan Iran membuka jalur bagi 20 kapal Pakistan menandakan upaya mengurangi ketegangan di Selat Hormuz, namun situasi logistik tetap tegang karena masih banyak kapal terjebak dan biaya tinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
