Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Dua Kapal Pertamina Terjebak

Dani L. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 121 dibaca
Bisik.id
Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Dua Kapal Pertamina Terjebak

Gambar atau konten salah?

On 18 April 2026, Iran closed Selat Hormuz again after only a few hours of opening.

The decision followed a claim that Amerika Serikat had broken a promise by continuing a naval blockade against vessels traveling to and from Iranian ports.

Vega Pita, Sementara Corporate Secretary of PT Pertamina Internasional Shipping (PIS), said that two Pertamina tankers were currently detained in Selat Hormuz.

Vega Pita, yang menjabat sebagai Sementara Corporate Secretary PT Pertamina Internasional Shipping, menegaskan situasi.

"Dua kapal di Teluk Arab, belum bisa (lewati Selat Hormuz). Kondisinya aman,"

Kondisinya diklaim aman oleh pihak PIS.

According to the vessel-tracking site Vessel Finder, the two tankers remain in the Persian Gulf: Pertamina Pride near the coast of Al Jubail, Arab Saudi and Gamsunoro off Dubai, Uni Emirat Arab.

Kedua kapal masih berada di Teluk Persia, menunggu jalur laut dibuka.

Vega added that PIS would keep monitoring and remain ready for any new developments.

PIS siap menyesuaikan rencana pelayaran bila jalur terbuka.

"Kita tetap monitor dan siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz,"

PIS menekankan pentingnya keamanan armada dan kargo.

To prepare, PIS drafted routes, identified risks, set up electronic navigation, and devised contingency plans.

Rencana kontingensi mencakup identifikasi risiko dan navigasi elektronik.

They also coordinated with the Kementerian Luar Negeri RI, insurers, ship managers, cargo owners, and local authorities to ensure all permits were in order.

PIS memastikan semua izin perizinan terpenuhi sebelum pelayaran.

"Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal serta keamanan armada dan kargo,"

Keselamatan awak kapal tetap menjadi prioritas utama.

The situation remains tense; the two ships await safe passage once the strait reopens, while PIS continues to monitor the evolving maritime environment.

PIS terus memantau situasi di Selat Hormuz hingga jalur dibuka kembali.

Selat HormuzPertaminaAmerika SerikatBlokade LautKapal TankerTeluk PersiaKeamanan Armada

Komentar

Memuat komentar...