ISC Raih Sertifikasi PCI DSS untuk Data Center Tier IV di Jakarta
Gambar atau konten salah?
Di tengah lonjakan kebutuhan infrastruktur digital, layanan cloud, kecerdasan buatan, fintech, dan transaksi online semakin menuntut data center yang tidak hanya kuat kapasitasnya tetapi juga aman. PT Indonesia Super Corridor (ISC) menanggapi hal ini dengan memperoleh sertifikasi PCI DSS untuk fasilitas Tier IV-nya di ISC Tower, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
PCI DSS, singkatan dari Payment Card Industry Data Security Standard, adalah standar keamanan global yang mengatur perlindungan data transaksi pembayaran. Sertifikasi ini penting bagi perusahaan yang menyimpan, memproses, atau mentransmisikan data akun kartu pembayaran. Dengan sertifikasi ini, ISC menegaskan bahwa layanan colocation-nya dapat melayani pelanggan yang menuntut keamanan data tinggi, seperti sektor finansial, sistem pembayaran, dan e‑commerce.
Founder ISC, Benyamin P. Naibaho, menegaskan: “Kami mematuhi dan memelihara seluruh persyaratan PCI DSS yang berlaku karena layanan yang kami berikan bersinggungan dengan data pemegang kartu pelanggan. Perlindungan data merupakan aspek esensial dalam tata kelola fasilitas kami.”
Proses sertifikasi dimulai dengan assessment oleh Qualified Security Assessor (QSA) berdasarkan standar PCI Security Standards Council. Setelah melewati evaluasi tersebut, ISC resmi memperoleh sertifikat. Langkah ini menegaskan kesiapan fasilitasnya yang telah dibangun dengan spesifikasi kelas atas.
Fasilitas Tier IV ISC mampu menampung hingga 750 rak, menyediakan pasokan daya 20 MW, dan menjanjikan Service Level Agreement (SLA) colocation sebesar 99,995 %. Dengan kapasitas dan uptime tinggi, data center ini siap menampung beban kerja komputasi yang berat.
Selain itu, ISC sudah mengoperasikan tiga data center di Indonesia: dua di Jakarta dan satu di Denpasar. Perusahaan juga menawarkan layanan colocation berbasis AI dengan daya hingga 22 kW per rak, menargetkan kebutuhan perusahaan yang memerlukan komputasi intensif.
Di pasar data center nasional yang terus tumbuh, sertifikasi keamanan menjadi faktor pembeda penting. Pelanggan enterprise, khususnya yang beroperasi di sektor finansial dan digital, semakin mencari mitra data center yang memiliki standar keamanan setara global. Dengan kombinasi kapasitas, uptime, dan keamanan, operator infrastruktur yang mampu memenuhi ketiga unsur tersebut diperkirakan akan menjadi pemain paling kompetitif dalam perebutan pasar beberapa tahun ke depan.
ISC menempatkan sertifikasi PCI DSS sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat posisinya di pasar data center enterprise. Dengan menyesuaikan layanan dengan tuntutan keamanan yang semakin ketat, perusahaan berharap dapat menarik lebih banyak pelanggan yang mengutamakan perlindungan data.
15 April 2026 menandai tonggak penting bagi ISC, menunjukkan komitmen mereka terhadap keamanan data dan kesiapan menghadapi kebutuhan digital Indonesia yang terus berkembang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
