ISPA Warga Akibat Kebakaran TPA Tersisa 22 Orang

Hendra M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
ISPA Warga Akibat Kebakaran TPA Tersisa 22 Orang

Gambar atau konten salah?

Kebakaran besar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, mulai berdampak serius pada kesehatan warga. Pemerintah Kabupaten Tangerang mencatat ratusan orang mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, mengatakan dari total warga yang sempat menunjukkan gejala, kini tersisa 22 orang yang masih memerlukan penanganan dan pendampingan khusus secara rutin dari tim medis Dinas Kesehatan.

Data akumulasi menunjukkan sekitar 154 warga mengeluhkan gangguan pernapasan. Namun, tindakan medis yang cepat berhasil menurunkan jumlah pasien aktif secara signifikan. Kini hanya puluhan orang yang tersisa.

"Ya, sebelumnya ada 100-an, jadi sekarang sudah turun jadi 22 jiwa yang masih ISPA. Dinas Kesehatan maupun dari Puskesmas terus bergerak secara door to door mendatangi rumah-rumah warga yang tidak mengungsi ke posko untuk diperiksa," ujar Rasyid pada Senin, 06 Juli 2026.

Pemkab Tangerang mengoperasikan dua posko darurat sebagai tempat pengungsian sementara. Posko pertama berada di Kantor Desa Tanjakan Mekar. Posko kedua terletak di Desa Rajeg Mulya. Ratusan warga sempat dievakuasi ke posko tersebut oleh petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri. Sebagian besar warga kini sudah kembali ke rumah masing-masing setelah bertahan satu hingga dua malam di pengungsian. Pemantauan kesehatan tetap berjalan ketat.

Peningkatan Personel Medis dan Antisipasi Pneumonia

Melihat luasnya dampak asap material sampah yang mengganggu permukiman, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengambil langkah taktis. Mereka mempertebal jumlah personel di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengungkapkan pihaknya kini menyiagakan hingga 50 tenaga medis. Jumlah ini melonjak drastis dari awalnya yang hanya belasan personel.

Tenaga medis tambahan diperbantukan dari Puskesmas di wilayah sekitar daerah bencana. Mereka mendukung pelayanan di posko darurat. Hingga kini, akumulasi warga yang berobat ke posko kesehatan hampir menyentuh angka 200 jiwa. Kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, hingga lansia mendominasi.

"Kalau total yang berobat itu, semua pelayanan itu, mungkin sekarang ini kemarin ada 154 hingga 200 jiwa warga ditangani," kata Hendra.

Dinkes Kabupaten Tangerang kini fokus penuh mencegah gejala ISPA yang dialami warga agar tidak memburuk menjadi pneumonia. Penyakit radang paru-paru akut ini diwaspadai karena memiliki tingkat fatalitas atau risiko kematian yang sangat tinggi, terutama jika menyerang balita dan lansia.

Sebagai langkah pencegahan mandiri, masyarakat diimbau keras untuk sebisa mungkin menghindari paparan langsung asap sisa kebakaran sampah. Jika terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan atau berada di area terdampak, warga diwajibkan selalu menggunakan masker pelindung. Ini untuk meminimalkan risiko gangguan pernapasan yang lebih fatal.

Kebakaran TPA Jatiwaringin telah memicu krisis kesehatan akut di wilayah sekitarnya. Meskipun jumlah pasien aktif menurun drastis berkat intervensi medis cepat, ancaman pneumonia masih membayangi kelompok rentan. Pemerintah daerah terus memperkuat layanan kesehatan dan mengimbau warga untuk disiplin menggunakan masker.

kebakaran TPAISPAwarga terdampakposko darurattenaga medispneumoniamasker pelindung

Komentar

Memuat komentar...