7 Tanda Awal Kanker Pankreas yang Sering Diabaikan
Gambar atau konten salah?
Kanker pankreas termasuk jenis kanker yang paling sulit diketahui sejak awal. Organ kecil ini terletak jauh di belakang lambung dan bertugas membantu pencernaan serta mengatur gula darah. Karena posisinya tersembunyi, tumor bisa tumbuh berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala yang jelas.
Menurut US National Cancer Institute, kanker pankreas sering baru terdiagnosis saat sudah stadium lanjut. Gejala awalnya tidak spesifik dan mirip dengan berbagai penyakit lain. Penyakit kuning, penurunan berat badan tanpa sebab, dan gangguan pencernaan bisa menjadi petunjuk awal.
Dokter spesialis gastroenterologi yang pernah belajar di Harvard, Stanford, dan AIIMS, Dr Saurabh Sethi, menyebut ada tujuh tanda awal yang patut diwaspadai. Munculnya gejala-gejala ini belum tentu berarti seseorang menderita kanker pankreas. Tapi jika terjadi tanpa penyebab jelas, sebaiknya tidak diabaikan.
- Gatal yang tak kunjung hilang. Banyak orang mengira gatal karena alergi atau kulit kering. Tapi gatal di seluruh tubuh yang menetap kadang menandakan gangguan hati atau pankreas. Tumor bisa menyumbat saluran empedu, membuat garam empedu menumpuk di darah. Ini memicu gatal hebat, bahkan sebelum kulit menguning. Sering tidak disertai ruam, kulit tampak normal tapi gatal terus berlanjut.
- Tiba-tiba sulit makan. Setiap orang sesekali merasa tidak nyaman setelah makan tertentu. Namun jika tiba-tiba muncul ketidaksukaan pada makanan yang dulu biasa dimakan, perlu diwaspadai. Sebagian orang mual setelah makan, kehilangan nafsu makan, atau cepat kenyang meski makan sedikit. Pankreas menghasilkan enzim pencernaan. Jika terganggu tumor, proses cerna berubah lambat. Mual terus-menerus, hilang nafsu makan tanpa sebab, atau intoleransi makanan mendadak jangan langsung dianggap masalah lambung biasa atau stres tanpa periksa.
- Kulit atau mata menguning. Penyakit kuning adalah salah satu tanda paling dikenal kanker pankreas. Terjadi saat tumor menyumbat saluran empedu, bilirubin menumpuk di tubuh, membuat kulit dan putih mata kuning. Beberapa orang juga mengalami urine lebih gelap dan tinja pucat. Penyakit kuning bisa muncul lebih awal jika tumor di kepala pankreas. Tumor di bagian lain pankreas butuh waktu lebih lama sebelum gejala ini timbul. Muncul kuning mendadak harus segera diperiksa.
- Nyeri tumpul menetap di punggung tengah. Nyeri punggung umum terjadi, terutama pada yang duduk terlalu lama atau angkat beban. Tapi nyeri akibat kanker pankreas berbeda. Rasanya tumpul, menetap di punggung tengah, tidak membaik dengan istirahat atau obat pereda. Karena pankreas dekat dengan banyak saraf, pertumbuhan tumor bisa menjalar ke punggung. Gejala ini sering disangka otot tegang, postur buruk, atau penuaan. Jika nyeri punggung menetap disertai berat badan turun, gangguan cerna, atau penyakit kuning, perlu perhatian medis.
- Tinja pucat, berminyak, atau mengapung. Banyak orang enggan membicarakan perubahan tinja. Padahal ini bisa jadi tanda gangguan pankreas. Pankreas membantu memecah lemak. Jika produksi enzim berkurang, lemak tidak tercerna dan keluar bersama tinja. Akibatnya tinja tampak pucat, berminyak, mengilap, mengapung, sulit disiram bersih. Sebagian orang mengalaminya berbulan-bulan dan menganggap hanya karena makanan. Tapi perubahan tinja terus-menerus, apalagi disertai penurunan berat badan, jangan diabaikan.
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Berat badan turun tanpa sengaja bukan hal sepele. Menurut US National Library of Medicine, ini bisa ditemukan pada berbagai kanker, termasuk pankreas. Sering terkait dengan perubahan metabolisme dan penyerapan nutrisi yang menurun. Turun beberapa kilogram belum tentu serius. Namun jika berlangsung terus tanpa alasan jelas, perlu diperiksa.
- Diabetes baru setelah usia 50 tahun. Gejala ini paling sering terlewatkan. Pankreas memproduksi insulin yang mengatur gula darah. Tumor bisa mengganggu proses itu, memicu diabetes sebelum gejala lain berkembang. Penelitian yang didukung US National Cancer Institute menunjukkan diabetes baru didiagnosis pada usia di atas 50 tahun kadang bisa menjadi petunjuk awal kanker pankreas. Tapi sebagian besar penderita diabetes tidak mengidap kanker. Jika seseorang didiagnosis diabetes setelah 50 tahun tanpa faktor risiko jelas dan disertai penurunan berat badan, diskusikan dengan dokter.
Semua gejala di atas tidak otomatis berarti kanker pankreas. Tapi jika muncul tanpa sebab yang jelas, terutama jika beberapa gejala terjadi bersamaan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Kanker pankreas memang langka, namun deteksi dini sangat memengaruhi peluang pengobatan. Karena itu, mengenali tanda-tanda awal dan tidak menganggapnya remeh adalah langkah penting.
Perlu diingat, banyak kondisi lain yang juga bisa menyebabkan gejala serupa. Misalnya, penyakit kuning bisa disebabkan hepatitis atau batu empedu. Nyeri punggung bisa karena masalah otot atau tulang. Diabetes tipe 2 lebih sering terjadi tanpa hubungan dengan kanker. Namun kewaspadaan tetap diperlukan, terutama jika gejalanya menetap dan disertai penurunan berat badan yang tidak dijelaskan.
Informasi ini disampaikan untuk meningkatkan kesadaran, bukan untuk membuat diagnosis mandiri. Setiap orang yang mengalami gejala mencurigakan dianjurkan menemui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
7 Makanan Ini Bantu Cegah Rambut Rontok Patut Dicoba
Kurangi Garam, Minum Air, Tidur Cukup: Turunkan Darah Tinggi
4 Cara Alami Turunkan Hipertensi Tanpa Obat
Mengapa Korban Tak Bisa Tinggalkan Pasangan Toksik
Makan Larut Malam Perlahan Rusak Ginjal
Langkah Keluar dari Hubungan Toksik Menurut Psikiater
Berita Terbaru
7 Tanda Awal Kanker Pankreas yang Sering Diabaikan
Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Dikalahkan Norwegia 1-2
Telur Rebus Tahan Berapa Hari di Kulkas? Ini Jawabannya
Riset: Bukan Ukuran Rumah yang Bikin Betah
INGGRIS vs MEKSIKO: Prediksi Skor Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
7 Makanan Ini Bantu Cegah Rambut Rontok Patut Dicoba
Ribuan Fans Sambut Kepulangan Timnas Cape Verde
Suhu Laut Global Pecahkan Rekor Tertinggi di Juni 2025