Israel Dukung Trump Tunda Serangan ke Tehran Selama 2 Minggu

Yuli S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Israel Dukung Trump Tunda Serangan ke Tehran Selama 2 Minggu

Gambar atau konten salah?

Israel mengumumkan dukungannya terhadap keputusan Presiden Donald Trump menangguhkan serangan udara ke Teheran selama dua minggu. Pernyataan resmi datang dari Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Rabu, 08 April 2026.

Gencatan senjata ini bersyarat: AS menunda serangan jika Iran membuka kembali Selat Hormuz. Jalur perairan ini menjadi jalur utama pasokan minyak dan gas dunia yang sempat terhenti akibat eskalasi konflik. “Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan,” kata kantor Netanyahu, seperti dilansir AFP.

Netanyahu menambahkan, “Israel juga mendukung upaya-upaya AS untuk memastikan bahwa Iran tidak lagi memberikan ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi Amerika, Israel, dan negara-negara tetangga Arab yang menjadi tetangga Iran, dan dunia.”

Respons ini muncul hanya empat jam setelah Trump mengumumkan kesepakatan melalui media sosial Truth Social pada Selasa, 07 April 2026. Israel menegaskan bahwa kepentingan keamanan mereka tetap menjadi prioritas utama dalam perundingan mendatang. “Amerika Serikat telah memberitahu Israel bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan-tujuan ini, yang dipegang bersama oleh AS, Israel, dan sekutu regional Israel, dalam negosiasi yang akan datang,” ujarnya.

Meski Pakistan berperan sebagai mediator dan menyatakan gencatan senjata mencakup wilayah yang lebih luas, Israel menolak hal itu terkait keterlibatan Hizbullah. Kantor Netanyahu menegaskan bahwa kesepakatan sementara ini tidak berlaku di Lebanon. “Gencatan senjata dua minggu tersebut tidak mencakup Lebanon,” tegas pernyataan tersebut.

Keputusan ini menandai langkah penting bagi Israel yang berharap diplomasi Washington dapat menghapus ancaman strategis Iran di masa depan. Selain menangguhkan serangan udara, Israel menyoroti pentingnya memastikan Iran tidak lagi mengekspor ancaman nuklir, rudal, atau terorisme kepada negara-negara tetangga dan dunia.

Dengan adanya jaminan dari Gedung Putih, Israel percaya bahwa keamanan nasionalnya akan tetap menjadi fokus utama dalam perundingan yang akan datang. Namun, ketegangan tetap tinggi di wilayah tersebut, terutama di Lebanon di mana Hizbullah masih beroperasi.

Kesimpulannya, gencatan senjata dua minggu ini menegaskan hubungan strategis antara Israel dan AS, serta menyoroti peran penting Selat Hormuz dalam menjaga stabilitas pasokan energi global. Keputusan ini juga menegaskan posisi Israel dalam upaya mengurangi ancaman nuklir dan terorisme yang berasal dari Iran.

IsraelTrumpIranSelat HormuzGencatan senjataAncaman nuklirRudalTerorisme

Komentar

Memuat komentar...