Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 8–9 Dzulhijjah 2026 di Makkah

Ani R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 128 dibaca
Bisik.id
Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 8–9 Dzulhijjah 2026 di Makkah

Gambar atau konten salah?

Di bulan Dzulhijjah, umat Islam memiliki kesempatan untuk menambah pahala. Pada hari kedelapan dan kesembilan bulan ini, dua ibadah sunnah menjadi sorotan: puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.

Puasa Tarwiyah dilakukan pada 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Kedua hari ini juga merupakan hari penting bagi para haji. Di Makkah, para jamaah haji menempuh ibadah mabit di Mina dan wukuf di Padang Arafah. Bagi yang tidak melaksanakan haji, puasa di dua hari tersebut menjadi alternatif untuk memperoleh keberkahan dan ampunan.

Menurut keputusan sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah, Menteri Agama menetapkan 1 Dzulhijjah 2026 jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, 8 Dzulhijjah 2026 bertepatan dengan 25 Mei 2026 dan 9 Dzulhijjah 2026 dengan 26 Mei 2026. Umat Islam dapat memulai puasa pada kedua tanggal tersebut. Sejak malam 24 Mei 2026, niat puasa Tarwiyah sudah dapat dibentuk.

Puasa Tarwiyah disunnahkan untuk mengenang ketaatan Nabi Ibrahim AS. Kata “Tarwiyah” sendiri berarti merenung atau berpikir. Puasa Arafah, di sisi lain, dianjurkan bagi yang belum mampu melaksanakan haji. Pada tanggal 9 Dzulhijjah, wukuf di Arafah menjadi puncak pelaksanaan haji. Bagi yang sedang haji, puasa ini tidak disunnahkan; namun bagi yang tidak haji, puasa ini tetap menjadi sunnah.

Berikut beberapa keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah:

  • Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang (HR. Muslim).
  • Memberi keistimewaan tersendiri di sisi Allah SWT.
  • Memberikan pahala bila dilakukan dengan khusyuk dan diniatkan sebagai ibadah kepada Allah.
  • Melatih diri untuk menahan lapar dan haus, meski bukan di bulan Ramadan.
  • Menjadikan tubuh lebih sehat melalui proses detoks alami.
  • Menyiapkan diri menyambut Idul Adha, yang diperintahkan untuk bersuka cita dan menikmati makan minum dengan khidmat.

Untuk melaksanakan puasa, langkah-langkahnya sama seperti puasa biasa: mulai dari niat di malam hari hingga terbit fajar. Berikut bacaan niatnya:

Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'ala.”

Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'ala.”

Setelah mengetahui jadwal dan keutamaan, penting untuk memantapkan niat agar ibadah dapat maksimal. Jangan lupa sahur, ya. Dengan persiapan yang tepat, puasa Tarwiyah dan Arafah dapat menjadi momen berharga sebelum Idul Adha.

Kesempatan ini menegaskan bahwa bulan Dzulhijjah bukan hanya tentang perayaan Idul Adha, tetapi juga tentang refleksi dan penyesuaian diri melalui puasa. Melalui puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Islam dapat menenangkan hati, memperkuat iman, dan menyiapkan diri untuk hari raya yang akan datang.

Puasa TarwiyahPuasa ArafahDzulhijjahHajiMakkahIdul AdhaNiat PuasaKeutamaan Puasa

Komentar

Memuat komentar...