Jakarta Dorong UMKM Pasar ke Digital via QRIS Soundbox

Lia N. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 112 dibaca
Bisik.id
Jakarta Dorong UMKM Pasar ke Digital via QRIS Soundbox

Gambar atau konten salah?

Jakarta semakin menekankan pentingnya digitalisasi pasar tradisional sebagai upaya menjaga daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital yang cepat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan pelaku usaha dan sektor digital untuk mendorong pedagang pasar masuk ke dalam ekosistem transaksi online, menyesuaikan dengan kebutuhan ekonomi yang menuntut kecepatan, kemudahan, dan transparansi.

Wakil Gubernur Rano Karno menegaskan bahwa kota ini sedang bertransformasi menjadi kota global yang inklusif. Ia menekankan pentingnya memastikan semua lapisan masyarakat memiliki akses yang sama terhadap peluang ekonomi, termasuk melalui transformasi digital. Ia menambahkan, “Boleh kita semua berbeda, tetapi dipersatukan oleh kesetiaan untuk tidak pernah menyerah mencintai Jakarta. Kita ingin memastikan semua warga punya tempat, semua punya ruang, dan semua punya harapan di kota ini,” tegasnya.

Pernyataan Rano disampaikan dalam rangkaian Jakarta Festive Wonder, sebuah serangkaian acara yang dianggap memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. Sejak periode perayaan akhir tahun hingga saat ini, perputaran ekonomi di Jakarta tercatat mencapai sekitar Rp 67,5 triliun.

Selain itu, program mudik ke Jakarta yang diinisiasi oleh Gubernur Pramono Anung mencatat transaksi hingga Rp 20 miliar. Angka ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang tetap dinamis, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat pertumbuhan.

Digitalisasi UMKM menjadi fokus utama dalam menjaga momentum tersebut. Pemanfaatan teknologi dianggap krusial untuk memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi transaksi, dan memperkuat daya saing pelaku usaha kecil, termasuk pedagang pasar tradisional.

Berbagai inisiatif terus digencarkan untuk membawa pelaku UMKM dan pedagang pasar masuk ke ekosistem digital. Program seperti Jakpreneur dan pembinaan di bawah Perumda Pasar Jaya menjadi ujung tombak dalam mempercepat adopsi teknologi di sektor ini.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas penyediaan teknologi, tetapi juga edukasi berkelanjutan agar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.

Di tengah acara Jakarta Festive Wonder, PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) menerima penghargaan sebagai Mitra Kolaborator Pemprov DKI Jakarta atas kontribusinya dalam mendorong digitalisasi UMKM dan pedagang pasar. CCO Netzme, Bayu Wijanarto, mengatakan penghargaan ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat ekonomi akar rumput melalui teknologi, salah satunya lewat solusi QRIS Soundbox yang membantu transaksi lebih aman dan praktis bagi pedagang.

Sejalan dengan pesan Bapak Rano Karno mengenai kota yang merangkul, Netzme hadir untuk merangkul pelaku usaha yang selama ini kesulitan menjangkau teknologi finansial. Melalui QRIS Soundbox dan program edukasi berkelanjutan bersama Jakpreneur serta Pasar Jaya, kami ingin memastikan pedagang pasar tidak merasa asing dengan kemajuan digital di kotanya sendiri,” ujarnya.

Penghargaan ini sekaligus menegaskan peran kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, tanpa meninggalkan pelaku usaha di level paling dasar. Dengan dukungan teknologi, edukasi, dan kolaborasi lintas sektor, Jakarta berusaha memastikan pasar tradisional tetap relevan dan kompetitif di era digital, sambil memperkuat ekonomi lokal dan menciptakan peluang bagi semua warga kota.

Digitalisasi UMKMPasar TradisionalQRIS SoundboxEkosistem DigitalJakarta Festive WonderKolaborasi Pemerintah & SwastaEkonomi Lokal

Komentar

Memuat komentar...