Jembatan Gantung Prima Jantake Gantikan Jembatan Bambu di Sukabumi

Fajar H. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Jembatan Gantung Prima Jantake Gantikan Jembatan Bambu di Sukabumi

Gambar atau konten salah?

Warga Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, kini tidak perlu lagi merasa was-was ketika hendak menyeberangi Sungai Cimandiri. Selama bertahun-tahun, mereka harus bergantung pada jembatan bambu yang rapuh. Sekarang, sebuah jembatan gantung bernama Prima Jantake sepanjang 35 meter telah berdiri kokoh sebagai penggantinya.

Jembatan baru ini diresmikan pada Sabtu, 4 Juli 2026. Warga menyambutnya dengan antusias. Sebab, jembatan ini bukan sekadar penghubung. Ia menjadi akses vital bagi penduduk di tiga kecamatan sekaligus: Kebonpedes, Nyalindung, dan Gegerbitung. Lewat jembatan ini, mereka bisa menjangkau pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Lebih dari itu, infrastruktur ini memutus isolasi dan melancarkan mobilitas sektor pertanian. Padahal, sektor pertanian adalah urat nadi ekonomi warga setempat.

Setelah diresmikan oleh Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo dan Bupati Sukabumi Asep Japar, jembatan langsung dipadati warga. Tidak hanya sekadar menyeberang, area sekitar jembatan tiba-tiba berubah menjadi tempat wisata. Murah meriah. Warga datang untuk menikmati pemandangan atau sekadar bermain air.

"Dulu itu dari bambu. Kalau sekarang sudah lebih bagus dan kokoh. Sehingga tidak takut lagi ketika melewatinya," kata Jaja (64), warga Desa Sasagaran, pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Bagi Jaja, jembatan berstruktur baja ini bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan. Dulu, warga harus bertaruh nyawa saat debit air sungai naik. Padahal, mayoritas lahan pertanian warga Sasagaran justru berada di seberang sungai, masuk wilayah Kecamatan Gegerbitung.

"Jembatan ini sangat bermanfaat bagi warga Sasagaran. Sebab lahan pertanian warga banyak di seberang jembatan di Kecamatan Gegerbitung," ujarnya.

Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan, infrastruktur seperti Jembatan Prima Jantake akan membawa efek domino pada ekonomi perdesaan. Logistik petani jadi lebih murah. Biaya yang sebelumnya membebani bisa ditekan.

"Jembatan hasil kolaborasi bersama Polres Sukabumi Kota dan pihak lainnya ini sangatlah bermanfaat. Terutama dalam peningkatan perekonomian warga," kata Asep. Ia juga meminta warga untuk merawat jembatan ini agar awet dan bisa dinikmati hingga anak cucu.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo menjelaskan bahwa keterlibatan Polri dan TNI dalam pembangunan ini adalah wujud bakti sosial. Selain membantu warga dan petani, jembatan ini juga mempermudah aparat berpatroli lintas kecamatan.

"Warga lebih nyaman melintasi sungai, petani lebih mudah membawa hasil pertanian, dan kami pun lebih nyaman serta mudah berpatroli. Ini bukan sekadar perayaan HUT Polri, pembangunan jembatan ini wujud nyata bakti sosial Polres Sukabumi Kota bersama TNI dan Pemerintah Daerah," tegas Sentot.

Dulu, jembatan bambu adalah satu-satunya penghubung. Kini jembatan baja menggantikannya. Perubahan ini tidak hanya mengubah rasa cemas menjadi aman. Ia juga membuka akses ekonomi yang selama ini terhambat, terutama bagi petani yang lahannya terpisah oleh sungai. Kolaborasi antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah menjadi kunci di balik pembangunan ini, yang tidak hanya menjadi solusi infrastruktur, tetapi juga memperkuat patroli keamanan lintas kecamatan.

jembatan gantungSungai Cimandiriakses ekonomipetaniinfrastrukturmobilitasbakti sosial

Komentar

Memuat komentar...