Jembatan Gempol Diblokir, Pembangunan Baru 5 Bulan

Fandi R. · 2 min baca · 1 hari lalu · 18 dibaca
Bisik.id
Jembatan Gempol Diblokir, Pembangunan Baru 5 Bulan

Gambar atau konten salah?

Jembatan Gempol yang terletak di perbatasan Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, dan Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Klaten, telah dibongkar. Sebelumnya jembatan tersebut ditutup karena ambles, sehingga warga harus mencari jalur alternatif.

Menurut Kepala Dinas PUPR Klaten, Suryanto, pembongkaran dimulai sejak 08 Juni 2026. Rambu sudah dipasang di lokasi. “Sudah dimulai sejak Senin. Rambu sudah dipasang di lokasi,” ujarnya.

Suryanto menegaskan bahwa sosialisasi kepada masyarakat sudah dilakukan. Ia juga menginformasikan bahwa pembangunan jembatan baru akan berlangsung selama lima bulan.

“Nanti lima bulan, sampai Oktober, badan jembatan dibongkar total. Masyarakat bisa menggunakan jalur alternatif yang ada,” kata Suryanto. Ia menambahkan, “Untuk truk muatan berat atau material (dari Klaten-Gunungkidul atau sebaliknya) dilewatkan jalan DPU.”

Sekdes Karangturi, Candra Teguh Prakoso, menginformasikan bahwa alat berat sudah berada di lokasi sejak 08 Juni lalu. Ia menjelaskan bahwa kendaraan tidak dapat melintas di jembatan tersebut karena dua jembatan dibongkar: di utara Jembatan Kadilanggon dan di selatan Jembatan Gempol.

“Sudah tidak bisa karena ada dua jembatan dibongkar, di Utara jembatan Kadilanggon dan di selatan jembatan Gempol,” kata Candra.

Untuk kendaraan roda dua, Candra menyebutkan jalur alternatif lewat Desa Karangturi. Ia menambahkan, “Kendaraan roda dua bisa lewat Desa Karangturi, tapi jembatan hanya kecil. Kendaraan roda empat tetap lewat jembatan merah lewat Pesu ke arah Wedi.”

Camat Gantiwarno, V Retno Setyaningsih, menjelaskan bahwa ada dua jalur alternatif. Ia menyatakan, “Motor bisa lewat perempatan Desa Karangturi ke Utara ada jembatan kecil yang dijaga relawan. Tapi kalau roda empat ya lewat Desa Karangturi, Desa Jogoprayan, jembatan merah, Desa Pesu ke Masjid Jami Kecamatan Wedi. Cuma itu dan tidak ada yang lain.”

Sejak sebelumnya, Jembatan Gempol di perbatasan Desa Karangturi dan Desa Kadilanggon mengalami ambles. Jembatan penghubung antara Klaten dan Gunungkidul kini ditutup karena kerusakan parah.

Observasi dilakukan pada 02 Januari 2025 ketika jembatan sepanjang sekitar 25 meter retak di ujung utara dan selatan. Tembok pondasi kanan dan kiri di sisi utara retak dan longsor. Badan jembatan di atas Sungai Dengkeng melengkung. Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, DPUPR, dan kepolisian menutup lokasi dengan water barrier dan police line.

Seorang warga Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Sutarjo (63) mengatakan jembatan itu berada di ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Klaten dan Gunungkidul. Ia menegaskan, “Ini jalur penghubung lalu lintas Klaten dan Gunungkidul. Ini mendadak (rusaknya), tidak diduga sebelumnya.”

Menurut Sutarjo, jembatan yang dikhawatirkan rusak itu di sisi utara desa karena sudah ambles lama. “Ternyata yang ambles malah jembatan di selatan,” ujarnya. Ia menambahkan, “Ternyata malah ini yang ambles. Ya harapannya segera dibenahi, (jembatan tidak bisa dilewati) ini merepotkan warga.”

Dengan penutupan jembatan ini, warga di wilayah tersebut harus menyesuaikan rute perjalanan. Pekerjaan pembongkaran dan pembangunan jembatan baru diharapkan selesai pada akhir Oktober, memberi waktu bagi masyarakat untuk beradaptasi dengan jalur alternatif yang tersedia.

Jembatan GempolKlatenGunungkidulpembongkaranjalur alternatifPUPRSungai Dengkeng

Komentar

Memuat komentar...