Johnson Benjolan Sakit Testis Ditangani Epididimitis

Dwi H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Johnson Benjolan Sakit Testis Ditangani Epididimitis

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, seorang aktor laga sekaligus mantan pegulat profesional, Dwayne “The Rock” Johnson, mengalami kejadian menegangkan saat bersiap di kamar mandi pada suatu malam. Usianya 54 tahun, ia tiba‑tiba merasakan benjolan yang sangat menyakitkan di area testis sebelah kirinya.

Setelah dokter memeriksa, dua kemungkinan muncul: infeksi peradangan umum atau kanker testis. Selama 24 jam, Johnson merasa cemas di tengah jadwal promosi film yang padat. Hasil USG akhirnya membawa kabar lega: negatif kanker dan diagnosis epididimitis.

“Ngomong‑ngomong saya baik‑baik saja. Tapi saya tidak tahu itu saat itu, dan benjolan itu benar-benar menyakitkan,” ungkap Johnson, yang dikutip dari NYPost.

Epididimitis merupakan peradangan pada epididimis, tabung kecil berliku di belakang testis yang menyimpan dan mengangkut sperma. Meskipun penyakit ini menyerang sekitar 600 ribu pria di Amerika Serikat setiap tahunnya, banyak urologi menganggap mayoritas pria masih asing dengan istilah medis ini.

Menurut Dr. Jamin Vinod Brahmbhatt, seorang ahli urologi dari Orlando Health, “Ketika mereka mengalami nyeri, pembengkakan, atau merasakan benjolan, banyak pria langsung khawatir tentang kanker testis atau keadaan darurat lainnya seperti torsi (testis terpelintir).”

Gejala yang paling umum adalah nyeri, pembengkakan, dan rasa sakit di satu sisi skrotum atau testis. “Rasanya seperti ada cacing di sekitar testis Anda,” tambah Dr. Brahmbhatt.

Selain benjolan dan nyeri hebat, beberapa gejala klinis lain yang patut diwaspadai meliputi:

  • Nyeri saat buang air kecil atau sering kencing.
  • Keluarnya cairan aneh dari penis atau bercak darah dalam air mani.
  • Nyeri yang menjalar hingga ke selangkangan, perut bagian bawah, atau panggul.
  • Demam tinggi dan menggigil.

Penyebab epididimitis dapat dibagi berdasarkan usia dan aktivitas pasien. Menurut data Cleveland Clinic, pada pria muda yang aktif secara seksual, penyakit ini paling sering dipicu oleh infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore dan klamidia. Pada pria di atas usia 35 tahun, peradangan lebih sering dipicu oleh infeksi bakteri non‑seksual seperti E. coli yang berpindah dari saluran kemih ke epididimis. Pada kasus yang lebih jarang, kondisi ini bisa disebabkan oleh penyumbatan uretra, infeksi prostat, cedera area selangkangan, efek samping obat jantung tertentu, hingga penggunaan kateter urine.

Jika pemicunya adalah infeksi bakteri, dokter biasanya meresepkan antibiotik yang harus dihabiskan sampai selesai. Untuk mempercepat pemulihan di rumah, pasien disarankan:

  • Istirahat total.
  • Kompres es area skrotum.
  • Banyak minum air putih.
  • Minum obat pereda nyeri sesuai petunjuk dokter.

Namun, Dr. Brahmbhatt memperingatkan agar pria tidak menunda pemeriksaan ke dokter jika merasakan keanehan pada organ intim. Jika dibiarkan tanpa penanganan, epididimitis bisa memicu komplikasi fatal berupa nyeri kronis berkepanjangan, abses, bahkan kerusakan jaringan yang mengancam kesuburan (infertilitas). “Saya pikir setiap pria harus mengetahui anatomi normal mereka. Jika Anda tahu apa yang normal, Anda lebih mungkin memperhatikan ketika ada sesuatu yang berubah. Nyeri hebat yang tiba‑tiba harus ditangani sebagai keadaan darurat,” pungkasnya.

Kesimpulannya, kasus Johnson menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala peradangan pada testis. Meskipun diagnosis awal menakutkan, pemeriksaan cepat dan pengobatan tepat dapat menghindari komplikasi serius. Penyakit ini, yang seringkali disebabkan oleh infeksi bakteri atau menular seksual, dapat diobati dengan antibiotik dan perawatan rumah sederhana. Mengetahui gejala dan mengetahui kapan harus mencari bantuan medis merupakan langkah pertama untuk menjaga kesehatan reproduksi pria.

EpididimitisTestisThe RockInfeksiKanker TestisGejalaAntibiotikUrologi

Komentar

Memuat komentar...