Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Sumsel, Duet dengan Kaesang?
Gambar atau konten salah?
Palembang — Mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo, berencana mengunjungi Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Agustus mendatang. Perjalanan ini merupakan bagian dari agenda politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di wilayah tersebut.
Hairil Anwar Moerni, selaku Ketua Harian Dewan Pimpinan Wilayah PSI Sumsel, mengonfirmasi rencana tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihaknya juga mengundang Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, untuk hadir dalam rangkaian acara yang sama. Namun, hingga kini kepastian kehadiran Kaesang masih belum dapat dipastikan.
"Iya, ada rencana kunjungan Pak Jokowi ke Sumsel. Beliau dijadwalkan akan ke Sumsel pada Agustus awal. Tanggalnya belum fix, kita masih mencocokkan dengan waktu Pak Jokowi. Termasuk apakah Ketum PSI (Kaesang), juga hadir kita belum tahu. Tapi, misal kami ingin beliau hadir (Kaesang) tidak ada salahnya, bisa duet anak dan bapak. Karena melihat Rakorwil PSI kemarin, semua pengurus DPP diboyong ke Sumsel," ujarnya pada Rabu, 08 Juli 2026.
Selain jadwal kedatangan, Hairil menjelaskan bahwa timnya masih menyusun rute perjalanan Jokowi di beberapa kabupaten dan kota di Sumsel. Belum ada keputusan final mengenai titik-titik mana saja yang akan disambangi. "Masih kita rancang titik kunjungan ke Sumsel ke daerah mana saja, kemudian acara apa saja saat bertemu masyarakat. Kalau kita maunya beliau keliling Sumsel, tapi kalau melihat waktu, seperti di Lampung kan hanya 3 hari, artinya akan ada beberapa daerah saja yang akan dikunjungi," jelasnya.
Dalam kunjungan nanti, PSI tidak akan membatasi sasaran berdasarkan basis massa partai di daerah tertentu. Hairil menegaskan bahwa seluruh wilayah di Sumsel dianggap berpotensi menjadi basis pendukung. "Seluruh daerah potensial menjadi basis. Jika berdasarkan pileg dan pilpres lalu, tak bisa menjadi patokan karena situasi sudah berubah. Apakah masih ada sosok PSI di daerah tertentu, kemudian sistem politik kita berubah atau tidak. Lalu jika ada perubahan sesuai visi misi kita, semua daerah mau mendukung atau tidak, kita belum tahu," jelasnya.
Menurut Hairil, sosok Jokowi sebagai tokoh nasional bisa menjadi daya tarik tersendiri. Dukungan terhadap PSI, menurutnya, bisa merata di berbagai daerah berkat popularitas mantan presiden tersebut. "Beliau adalah tokoh nasional, yang namanya tokoh tentu ada pro dan kontra. Kalau melihat ratingnya, hampir merata di seluruh daerah. Apakah antusias akan melebihi Lampung, kita tak melihat itu. Kita ingin masyarakat melihat perbuatan, tingkah laku, kebijakan yang lalu, apakah masyarakat berkenan atau tidak. Kita agak realistis," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa jumlah pendukung bukanlah tolok ukur utama. "Kita tidak melihat orangnya berapa banyak. Kita orang Melayu, apakah kita tidak suka orang Jawa, ya tidak juga. Banyak juga yang suka. Tapi itu tadi, tergantung dari sikap, perbuatan, dan pemikiran beliau. Pada dasarnya, beliau keliling untuk melihat itu, apakah yang dilakukan 10 tahun ini sudah berkenan atau belum," sambungnya.
Kunjungan Jokowi ke Sumsel ini merupakan lanjutan dari safari politik serupa yang sebelumnya dilakukan PSI di Provinsi Lampung. Di Lampung, Jokowi hanya menghabiskan waktu tiga hari untuk bertemu masyarakat. Pola yang sama kemungkinan akan diterapkan di Sumsel, dengan beberapa daerah terpilih sebagai lokasi kunjungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
