Jumhur Dilantik Menteri Lingkungan, Fokus Sampah & Listrik
Gambar atau konten salah?
Jakarta, 27 April 2026 – Jumhur Hidayat baru saja dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Ia dikenal sebagai tokoh buruh senior dan memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Penunjukannya langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, menandai langkah baru bagi kebijakan pengelolaan sampah di Indonesia.
Di video keterangan yang diunggah ke saluran YouTube resmi Sekretariat Presiden, Jumhur menegaskan bahwa penanganan sampah menjadi “salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.” Ia menjelaskan rencana pengelolaan akan dilakukan secara bertahap di bawah kepemimpinannya. “Masih banyak hal yang harus dilakukan, yang di depan mata kita, misalnya sampah juga kita juga secara bertahap nanti akan mengikuti global standard,” ujarnya.
Jumhur juga menyatakan akan melaksanakan sejumlah perjanjian skala internasional yang telah dicapai sebelumnya. “Berbagai perjanjian internasional yang kita akan kerjakan itu, dan mudah-mudahan dengan dukungan Bapak Presiden yang punya komitmen yang begitu kuat dalam lingkungan hidup ini, saya yakin dan aparat di Kementerian Lingkungan Hidup bisa melaksanakan dengan baik,” tambahnya.
Program unggulan pemerintah, waste to energy, akan memanfaatkan 30 lokasi pengolahan sampah menjadi energi listrik. Rencana ini mencakup 61 kabupaten/kota di seluruh negeri. Total sampah yang akan ditangani mencapai 14,4 juta ton per tahun, setara dengan 22,5% dari total sampah nasional. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan listrik bersih.
Jumhur resmi menempuh jabatan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 51 P tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih periode tahun 2024‑2029. Ia menegaskan komitmen untuk mengikuti standar global dalam menangani masalah lingkungan.
Dengan latar belakang kepemimpinan serikat pekerja, Jumhur membawa perspektif kerja sama antara pekerja dan pemerintah. Fokusnya pada pengelolaan sampah dan energi terbarukan menunjukkan arah kebijakan lingkungan yang lebih terintegrasi. Langkah ini menandai pergeseran menuju pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
