Jumhur Hidayat Siap Bergabung Kabinet, Jabatan Belum Diketahui
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Jumhur Hidayat, tokoh buruh, tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada pukul 14.00 WIB, bersiap menghadiri acara yang dikabarkan akan menandai perombakan kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengaku menerima undangan tersebut, namun tidak mengetahui secara spesifik apa yang akan dilantik. “Iya hadir ada pelantikan, pelantikan apanya belum tahu,” ujarnya pada Senin, 27 April 2026. Ketika ditanya apakah ia akan dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup, ia menjawab tidak tahu. “Ya nanti aja lah kalo itu ya, nggak boleh ngeduluin, nggak enak. Kan bisa berubah juga,” tambahnya, menegaskan bahwa keputusan akhir masih menunggu pengumuman resmi.
Meski belum ada konfirmasi resmi, gestur Jumhur menunjukkan kesiapan untuk masuk kabinet. Ia menegaskan bahwa ia bersedia mengemban tugas jika dipercaya, dan memaparkan beberapa isu penting di kementerian tersebut. “Menteri LH banyak tugas dan harus kita tuntas kerja keras. Yang paling di depan mata ya soal sampah. Terus kita harus keep up juga dengan isu-isu atau kesepakatan internasional,” ungkapnya. Jumhur menyoroti pentingnya penanganan sampah dan komitmen terhadap perjanjian lingkungan global.
Dalam percakapan dengan Presiden Prabowo, Jumhur menyatakan hubungan mereka sudah terjalin lama. Ia mengingat pembicaraan terakhir terkait tawaran menjadi menteri, meskipun belum jelas jabatan apa yang akan diemban. “Ya menterinya apa saya belum tahu. (Sempat komunikasi dengan Prabowo?) sepintas aja tapi nggak ada jabatannya,” jelasnya, menegaskan bahwa keputusan akhir masih belum pasti.
Kesempatan bagi Jumhur untuk menjadi Menteri Lingkungan Hidup menandai potensi perubahan dalam kabinet, sementara keputusan akhir masih menunggu pengumuman resmi. Dengan latar belakangnya, ia menunjukkan kesiapan menghadapi tantangan lingkungan, menyoroti pentingnya kebijakan berkelanjutan dan kepatuhan terhadap perjanjian internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
