Jumlah Kasus DBD Sumsel 1.426, Kematian 11 Orang Tahun 2026

Bambang W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
Jumlah Kasus DBD Sumsel 1.426, Kematian 11 Orang Tahun 2026

Gambar atau konten salah?

Di Sumatera Selatan, 1.426 kasus demam berdarah dengue (DBD) telah tercatat antara Januari hingga 21 Mei 2026. Dari total tersebut, 11 orang kehilangan nyawa. Kasus tertinggi konsentrasi di kota Palembang, Muara Enim, Ogan Ilir, dan Lubuklinggau.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, menegaskan bahwa puncak kasus terjadi pada Januari lalu, mencapai 444 orang. Angka tersebut menurun secara bertahap pada Februari hingga Mei, seiring berkurangnya curah hujan.

“Sepanjang 2026 (hingga 21 Mei), tercatat ada 1.426 kasus DBD di Sumsel. Kasus DBD tertinggi terjadi pada Januari yang mencapai 444 kasus, Februari 402 kasus, Maret 305 kasus, April 239 kasus, dan Mei 36 kasus. Sementara angka kematian sebanyak 11 orang. Kasus tertinggi terjadi di Palembang,” ujarnya, Rabu (27 Mei 2026).

Distribusi kasus per kabupaten/kota menunjukkan Palembang memimpin dengan 413 kasus dan 1 kematian. Muara Enim mencatat 281 kasus dan 2 kematian. Ogan Ilir 141 kasus dengan 1 kematian, Lubuklinggau 109 kasus dan 2 kematian, serta Banyuasin 85 kasus dengan 2 kematian. Kabupaten lainnya, seperti OKU Timur, Lahat, Muba, OKI, PALI, Muratara, Mura, Prabumulih, OKU, Pagar Alam, Empat Lawang, dan OKU Selatan, juga tercatat kasus dan kematian tertentu.

Ia menambahkan, “Jumlah kasus DBD pada tahun ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun-tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah DBD mencapai 2.084 kasus dan 2024 menjadi yang tertinggi dengan 4.430 kasus.”

“Sedangkan angka kematian pada 2024 (Januari-Desember) sebanyak 37 orang dan 2025 turun menjadi 20 orang,” ungkapnya.

Selain faktor cuaca, penurunan kasus DBD pada tahun ini juga dipengaruhi oleh berbagai kegiatan pencegahan yang dilakukan dan program vaksinasi yang digencarkan sejak akhir tahun lalu.

Secara keseluruhan, data menunjukkan tren penurunan kasus DBD di Sumatera Selatan dibandingkan dua tahun sebelumnya, berkat intervensi kesehatan dan perubahan pola hujan. Namun, kasus masih tersebar di beberapa kabupaten, menandakan perlunya upaya berkelanjutan dalam pengendalian vektor dan peningkatan kesadaran masyarakat.

DBDSumatera SelatanPalembangkurang curah hujanvaksinasipencegahan vektorpenurunan kasus

Komentar

Memuat komentar...