China Mulai Bangun Proyek Rp1,25 Triliun di IKN

Wahyu T. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
China Mulai Bangun Proyek Rp1,25 Triliun di IKN

Gambar atau konten salah?

Sebuah proyek besar mulai dibangun di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). PT Star Bright International Investment, perusahaan asal China, secara resmi memulai pembangunan kawasan terpadu senilai Rp 1,25 triliun. Lokasinya tepat di Sub Wilayah Perencanaan 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Proyek ini menjadi yang pertama kali direalisasikan oleh perusahaan asing di IKN. Target penyelesaiannya adalah akhir tahun 2026.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut lokasi proyek ini sangat strategis. Letaknya di jantung kawasan pemerintahan Nusantara. "Lokasi ini sangat istimewa. Dari sini kita dapat melihat Istana Negara serta kawasan yudikatif dan legislatif yang saat ini sedang dibangun. Seluruh kawasan tersebut akan kami selesaikan pada tahun 2028," ujar Basuki dalam keterangan tertulis pada Kamis, 16 Juli 2026.

Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 15.501 meter persegi. Di dalamnya akan ada apartemen, restoran, area ritel, dan perkantoran. Hunian yang dibangun menawarkan pilihan unit dengan 1 hingga 3 kamar tidur, lengkap dengan ruang keluarga. Fasilitas pendukungnya meliputi kolam renang, pusat kebugaran, area komersial, dan ruang terbuka hijau. Basuki menambahkan, "Seluruh kawasan dirancang dengan mengusung konsep pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan prinsip pembangunan IKN."

Direktur Utama PT Star Bright International Investment, Lu Keming, menyampaikan keyakinannya terhadap masa depan IKN. Menurutnya, kota baru ini memiliki prospek besar. "Saya memiliki pengalaman melihat pembangunan kota dari kondisi awal yang masih kosong. Saya yakin IKN akan menjadi kota yang indah karena dibangun dari awal. Tim dari Tiongkok juga tertarik untuk berinvestasi di sektor perhotelan dan pariwisata," kata Lu Keming.

Perusahaan ini bergerak di bidang investasi, pengembangan properti, dan manajemen proyek skala internasional. Untuk proyek di IKN, mereka bekerja sama dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co., Ltd., perusahaan asal Sichuan, China. Perusahaan itu memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam pengelolaan proyek konstruksi. Tidak hanya investor asing, proyek ini juga melibatkan kontraktor dari Kalimantan Timur. Hal itu sebagai bentuk komitmen memberdayakan pelaku usaha lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Acara peresmian konstruksi juga dihadiri PT Dian Jaya Indonesia, perusahaan asal Korea Selatan. Perusahaan itu berencana mengembangkan proyek apartemen dan hotel di kawasan yang sama, yaitu WP KIPP Sub WP 1B. Kehadiran investor yang sudah memasuki tahap realisasi investasi ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha internasional terhadap pembangunan IKN.

Sejumlah calon investor dan delegasi bisnis dari China turut hadir. Mereka berasal dari berbagai perusahaan dan organisasi, antara lain Wan Tong Group, China Minsheng Bank, Jiangsu Qi He Technology, Jiangsu Shu Jun Technology, Beijing Jin Jia Tong Neng Environmental Technology Group, Shanghai San Ding Technology, Hainan Chamber of Commerce, Indonesia's Chinese Bridge Training School, Xing Yao International Investment, serta Liu Dian Group. Basuki menambahkan, "Kehadiran para delegasi tersebut mencerminkan tingginya minat investor internasional terhadap peluang investasi di Nusantara, sekaligus memperkuat posisi IKN sebagai destinasi investasi yang semakin dipercaya oleh komunitas bisnis global."

Proyek ini menjadi awal dari masuknya investasi asing langsung di IKN. Dengan nilai mencapai Rp 1,25 triliun, proyek ini bukan proyek kecil. Namun, yang lebih menarik adalah bagaimana investor asing mulai melihat potensi jangka panjang di kota yang masih dalam tahap awal pembangunan. Lokasi yang berdekatan dengan Istana Negara dan kawasan pemerintahan lainnya tentu memberi nilai tambah. Apalagi, minat dari investor China tidak hanya berhenti di proyek properti ini. Mereka juga tertarik pada sektor perhotelan dan pariwisata. Kehadiran delegasi bisnis yang beragam menunjukkan bahwa IKN mulai diperhitungkan sebagai destinasi investasi global, meskipun pembangunannya masih jauh dari selesai.

IKNinvestasi Chinapembangunanpropertikawasan terpaduNusantaraproyek triliunan

Komentar

Memuat komentar...