Kacang Arab Bisa Tumbuh di Tanah Tiruan Bulan
Gambar atau konten salah?
Para ilmuwan menemukan bahwa kacang arab berpotensi untuk ditanam langsung di Bulan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tanaman ini dapat tumbuh di material yang meniru debu bebatuan Bulan, yang dikenal sebagai regolith.
Studi ini merupakan kolaborasi antara peneliti dari University of Texas at Austin dan tim dari Texas A&M University. Mereka menguji pertumbuhan kacang arab menggunakan material simulasi regolith Bulan.
Regolith Bulan sangat berbeda dengan tanah di Bumi. Material Bulan hampir tidak mengandung nutrisi esensial yang dibutuhkan tanaman. Untuk membuat material ini layak tanam, para peneliti melakukan modifikasi.
Mereka mencampurkan tanah simulasi Bulan dengan dua bahan tambahan:
- Kompos hasil aktivitas cacing.
- Jamur khusus untuk melindungi tanaman dari logam beracun.
Kombinasi ini terbukti berhasil. Kacang arab mampu berkembang biak di lingkungan yang sebelumnya dianggap terlalu keras untuk pertanian.
Penemuan ini relevan mengingat berbagai badan antariksa, termasuk NASA, merencanakan misi manusia jangka panjang ke Bulan. Ketersediaan pangan akan menjadi kendala besar dalam misi tersebut. University of Texas at Austin melalui UT News melaporkan bahwa penelitian ini bertujuan menguji kelayakan pertanian luar angkasa.
Sara Santos, peneliti dari University of Texas Institute for Geophysics (UTIG) di Jackson School of Geosciences, menyatakan fokus utama studi ini. Ia menyebutkan pertanyaan kunci yang ingin dijawab adalah bagaimana mengubah regolith menjadi tanah yang subur. "Mekanisme alami apa yang bisa membuat perubahan itu terjadi?" ujar Santos mengutip Science Daily pada Selasa (17/03/2026).
Para peneliti menekankan bahwa temuan ini masih pada tahap awal. Studi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan tanaman yang dibudidayakan di tanah simulasi Bulan aman dikonsumsi dan memenuhi kebutuhan nutrisi manusia.
Hasil ini membuka kemungkinan bagi para astronaut untuk memproduksi makanan mereka sendiri di Bulan. Ketergantungan penuh pada pasokan dari Bumi dapat berkurang. Jika teknologi ini dikembangkan, pertanian luar angkasa bisa menjadi elemen penting bagi keberlanjutan misi manusia di Bulan, bahkan dalam perjalanan ke planet lain seperti Mars.
Secara ringkas, penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa kacang arab dapat ditumbuhkan di tanah tiruan Bulan setelah dimodifikasi dengan kompos cacing dan jamur pelindung. Hal ini menjadi langkah awal penting untuk mendukung kehidupan manusia dalam misi luar angkasa jangka panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Indosat Lepas 86.000 Km Jaringan Fiber ke Perusahaan Baru
3 dari 5 Anak Palsukan Usia demi Media Sosial
Xiaomi 17T Pro Review: Baterai 7.000 mAh, Isi 45 Menit
Registrasi SIM Baru Wajib Face Recognition Mulai Juli 2026
Trump Ucapkan Terima Kasih FIFA Cabut Kartu Merah Balogun
Komdigi Targetkan Internet 100 Mbps dalam Dua Tahun
Berita Terbaru
DPRD Desak Evaluasi Tarif Tol Bakauheni
Gaji Rp 100 Juta Per Bulan, Ini Daftar Profesinya
Starling Kembali Penuhi Puncak, Satpol PP Bergerak
400+ Contoh Teka-Teki MPLS 2026 dan Jawabannya
Kericuhan Konser Gratis Denny Caknan, Wali Kota Evaluasi
Haaland Bungkam Brasil, Kini Top Skor Piala Dunia
Kontroversi Penundaan Sanksi Balogun
Indosat Lepas 86.000 Km Jaringan Fiber ke Perusahaan Baru
Mahasiswi Unissula Tewas Terlindas Truk di Depan RS
