Kadin: Produk RI sudah dipakai Tesla hingga IKEA

Yanto K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kadin: Produk RI sudah dipakai Tesla hingga IKEA

Gambar atau konten salah?

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Anindya Bakrie, menyatakan bahwa Indonesia kini telah menjadi pemain penting dalam rantai pasok global. Ia menyebut, produk-produk dalam negeri sudah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan raksasa dunia, seperti Tesla, Airbus, hingga IKEA.

Pernyataan itu disampaikan Anindya saat pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan pengurus Kadin di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Jumat siang. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa berbagai produk Indonesia sudah menjadi bagian dari rantai pasok internasional dan diproduksi di dalam negeri.

"Banyak sekali produk-produk dunia dan Indonesia yang sudah menjadi bagian daripada supply chain dunia dan dibuat di Indonesia. Bukan saja Dirgantara Indonesia, Pindad, sepatu On Cloud, Kopiko, tapi juga di seberang sana dipakai oleh Tesla, Airbus, IKEA, dan juga yang lain-lain," kata Anindya di Istana Kepresidenan, Jumat (31 Juli 2026).

Menurut Anindya, nilai ekspor Indonesia saat ini mencapai sekitar US$ 300 miliar per tahun. Jika dikonversi dengan asumsi kurs Rp 18.022 per dolar AS, angka tersebut setara dengan sekitar Rp 5.406,6 triliun.

Dari total ekspor itu, sekitar US$ 60 miliar berasal dari komoditas utama, seperti batu bara, baja nirkarat, dan kelapa sawit. Sisanya, yakni sekitar US$ 240 miliar atau setara Rp 4.325,28 triliun, berasal dari produk manufaktur dan komponen industri milik anggota Kadin yang terintegrasi dalam rantai pasok global.

"Kami melihat bahwa dalam setahun kurang lebih US$ 300 miliar terjadi sebuah ekspor. Di mana di dalamnya di sini ada sekitar US$ 60 miliar datang dari batu bara, stainless steel, dan juga kelapa sawit. Tapi US$ 240 miliar itu adalah yang lain di mana di dalamnya terdapat kotak-kotak kecil yang kalau dipencet itu adalah supply chain dan juga para anggota Kadin," jelas Anindya.

Untuk menjaga momentum ini, Kadin meluncurkan sebuah platform bernama We Buy From Indonesia. Inisiatif ini bertujuan mendorong peningkatan ekspor, menarik investasi ke pasar domestik, serta memperluas industrialisasi dan keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok dunia.

"Bapak Presiden, perkenankan lah kami ingin sekali menyampaikan suatu inisiatif yang berjudul 'We Buy from Indonesia'. Ini adalah inisiatif yang bukan saja sebuah katalog tapi ini adalah suatu platform teknologi dan juga perdagangan," kata Anindya.

Ia menambahkan, tugas Kadin ke depan adalah meningkatkan pembelian dari klien yang sudah ada dan memperbesar kapasitas para produsen di Indonesia. "Jadi tugas kami ialah bagaimana meningkatkan pembelian dari klien yang ada pada saat ini dan meningkatkan kapasitas daripada para produsen yang ada di Indonesia," ujarnya.

Dari data yang disampaikan, terlihat bahwa sebagian besar ekspor Indonesia—sekitar 80 persen—berasal dari sektor manufaktur dan komponen industri, bukan dari komoditas mentah. Inisiatif We Buy From Indonesia menjadi salah satu upaya untuk memperkuat posisi itu, dengan menghubungkan produsen lokal ke pembeli global melalui platform digital.

rantai pasok globalekspor IndonesiaKadinmanufakturkomoditasWe Buy From Indonesiaproduk dalam negeri

Komentar

Memuat komentar...