KAI Bangun Hunian Murah di Stasiun Manggarai, Selesai 2027
Gambar atau konten salah?
PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan memulai pembangunan hunian layak dan murah di kawasan Stasiun Manggarai pada 1 Juli 2026. Proyek ini dikelola oleh anak usaha PT KA Properti Manajemen dan diperkirakan selesai pada 31 Desember 2027.
Dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Badan Pusat Statistik, Pemprov DKI Jakarta, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Menara BTN, Jakarta Pusat pada 22 Mei 2026, Direktur Komersial PT KA Properti Manajemen Endiyanto menyatakan, "Kami akan coba canangkan mulai groundbreaking di sekitar Juli nanti. Harapannya, akhir 2027 kita sudah bisa selesaikan konstruksinya."
Proyek ini akan dibangun di atas lahan milik KAI seluas 2,1 hektare. Rancangannya berupa hunian vertikal setinggi 24 lantai dengan tujuh tower. Di Blok G akan ada 1.210 unit untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT). Sedangkan di Blok F akan dibangun 3.432 unit dengan konsep lebih premium.
Endiyanto menjelaskan, "Untuk Blok G tipe unitnya adalah tipe 36 dan tipe 45. Secara harga, untuk tipe MBR kami buka mulai dari angka Rp 500 juta sampai Rp 630 juta untuk luasan 45," ia menambahkan.
Selama proses pembangunan, KAI akan bekerja sama dengan beberapa BUMN untuk menyediakan fasilitas kawasan, mulai dari pasokan listrik, air bersih, gas bumi, hingga internet. Ia juga berharap kawasan ini dibangun seramah dan se-homey mungkin dengan fasilitas seperti sarana olahraga dan area komunal.
Proyek ini menandai langkah signifikan KAI dalam mengisi kebutuhan perumahan terjangkau di pusat kota, sekaligus memanfaatkan lahan strategis di sekitar stasiun utama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
