KAI Rencanakan Jaringan Kereta Baru 1.110 km di Sumatera

Guntur P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 111 dibaca
Bisik.id
KAI Rencanakan Jaringan Kereta Baru 1.110 km di Sumatera

Gambar atau konten salah?

PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana memperluas jaringan kereta di Pulau Sumatera dengan estimasi biaya antara US$ 20‑25 miliar atau Rp 350 triliun. Proyek ini akan menyalurkan jalur dari Banda Aceh ke Bandar Lampung, menutup celah konektivitas di wilayah Sumatera.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen pada 03 Juni 2026, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa pengembangan jaringan tersebut menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat konektivitas di Sumatera.

Selain itu kami berdasarkan arahan dari Pak Presiden juga, itu untuk melakukan pengembangan jaringan di Pulau Sumatera, yaitu bagaimana kita menghubungkan antara Bandar Aceh dengan Bandar Lampung,” ujar Bobby. Ia menambahkan bahwa saat ini jaringan kereta di Sumatera masih terpisah‑pisah dan belum terhubung secara utuh. Operasional kereta masih terbatas pada beberapa wilayah, seperti Bandar Lampung‑Palembang, Bandar Lampung‑Lubuk Linggau, wilayah Medan, dan sebagian di Sumatera Barat.

Prioritas pertama KAI adalah menghubungkan Banda Aceh dengan Besiang. Saat ini, Detail Engineering Design (DED) atau perencanaan teknis untuk proyek tersebut tengah disiapkan. “Nah, prioritas kita yang pertama itu adalah menghubungkan antara Banda Aceh dengan Besitang. Itu totalnya itu sekitar 478 kilo. Ini DED‑nya kita lagi bikin. Kalau totalnya itu Sumatera itu bisa sekitar US$ 20 miliar sampai dengan US$ 25 miliar, Rp 350 triliun, dari ujung‑ujung,” terang Bobby.

Dalam Rencana Kerja dan Roadmap Transformasi Korporasi Tahun 2026‑2030, tahap awal fokus pada Sumatera Utara dan Aceh. Rencana mencakup reaktivasi jalur mati sepanjang 478 kilometer dengan rincian lintas Lhokseumawe‑Langsa‑Besiang 248 kilometer. Selain itu, ada rencana reaktivasi jalur Banda Aceh‑Sigli 80 kilometer dan Sigli‑Bireuen‑Lhokseumawe 150 kilometer. Reaktivasi jalur mati juga dilakukan di Sumatera Barat dengan total panjang 248 kilometer.

KAI juga menyiapkan pembangunan jalur baru sepanjang 1.110 kilometer yang masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS). Koridor yang direncanakan antara lain Rantau Prapat‑Dumai, Duri‑Pekanbaru, Pekanbaru‑Rengat, Rengat‑Jambi, Kertapati‑Tarahan‑Bakauheni, hingga Lubuklinggau‑Bengkulu.

Selain jalur penumpang, ada juga pembangunan angkutan batu bara Tanjung Enim Baru‑Tarahan II sepanjang total 313 kilometer. Proyek ini mencakup pembangunan jalur baru hingga peningkatan kapasitas. Biaya pembangunan jalur kereta diperkirakan mencapai sekitar Rp 20 miliar per kilometer untuk jalur tunggal (single track).

Dengan skala besar ini, KAI berupaya menghubungkan pulau Sumatera secara utuh, meningkatkan kapasitas dan kenyamanan perjalanan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Proyek ini menandai langkah signifikan menuju jaringan kereta yang lebih terintegrasi di Indonesia.

Kereta Api IndonesiaSumateraJaringan keretaReaktivasi jalurRencana Induk Perkeretaapian NasionalBiaya US$ 20‑25 miliarKonektivitas

Komentar

Memuat komentar...