KAI Tetap Harga Tiket Meski Rupiah Menguat, Biaya Import Naik

Teguh A. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
KAI Tetap Harga Tiket Meski Rupiah Menguat, Biaya Import Naik

Gambar atau konten salah?

Di 03 Juni 2026, Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), mengungkapkan bagaimana pelemahan rupiah memengaruhi operasional perusahaan. Ia tidak menutupi fakta bahwa tekanan mata uang ini menambah beban biaya bagi KAI.

Bobby menjelaskan bahwa sebagian besar sparepart KAI masih diimpor dari luar negeri, sehingga pembelian dilakukan dalam dolar AS. Selain itu, BBM yang digunakan tidak semuanya disubsidi; sebagian harus dibayar dengan harga pasar.

“Operasinal KAI tentunya berpengaruh lah, kan ada sparepart. Sparepart masih kita beli dari luar, kemudian juga sebagian kita solar bukan subsidi, ada sebagian solar yang diesel yang harga pasar juga,” ujar Bobby saat ditemui di Kompleks DPR RI.

Harga diesel yang naik menjadi sorotan di kalangan industri, namun bagi KAI, dampaknya tidak terlalu besar. “Nggak ada, kecil,” kata mantan Direktur Utama PT LEN Indusri ketika ditanya tentang hal tersebut.

Ketika ditanya apakah KAI akan menyesuaikan harga tiket, Bobby hanya menjawab singkat. Ia menegaskan bahwa belum ada rencana evaluasi harga tiket kereta api.

“Nggak ada, belum ada,” singkatnya.

Di pasar, dolar AS terus menekan rupiah hingga mendekati level Rp 18.000. Data Bloomberg menunjukkan pada pukul 14.35 WIB, mata uang Paman Sam berada di level Rp 17.960, menguat 120,50 poin atau 0,68%.

Secara keseluruhan, KAI menghadapi tantangan biaya impor dan fluktuasi mata uang, namun perusahaan menilai dampaknya masih terkendali dan tidak memerlukan perubahan harga tiket saat ini.

KAIrupiahsparepart imporBBM dieselharga tiketdolar ASfluktuasi mata uang

Komentar

Memuat komentar...