KAI Tutup 80 dari 172 Titik Perlintasan Sebidang

Rizki W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
KAI Tutup 80 dari 172 Titik Perlintasan Sebidang

Gambar atau konten salah?

Pemerintah memutuskan menutup 172 perlintasan sebidang karena kondisi terbatas. Dari total tersebut, Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin menyatakan 80 perlintasan sebidang telah ditutup.

Bobby menjelaskan bahwa ada 1.810 titik perlintasan sebidang yang tidak memiliki penjagaan. Dari ribuan titik tersebut, 172 titik masuk dalam kategori wajib ditutup.

Per hari kemarin dari 172 (titik perlintasan sebidang), Alhamdulillah telah kami tutup 80,” ujar Bobby saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR, Jakarta Pusat, 21 Mei 2026.

Bobby menambahkan bahwa KAI telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memasang palang pintu di 1.638 titik perlintasan sebidang yang menjadi prioritas peningkatan keselamatan. “Ini sebagai tanggap atau respon perbaikan dalam waktu yang secepat‑cepatnya dan termasuk JPL (Jalur Perlintasan Langsung) 86 yang kemarin Jalan Ampera itu kami telah pasang dan bekerjasama dengan Dishub Bekasi telah dijaga yang JPL 86,” tambahnya.

Ia menegaskan KAI juga terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk melakukan inspeksi bersama di 1.638 titik tersebut. Tak hanya itu, pihaknya sudah melakukan fabrikasi peralatan yang dibutuhkan.

Kami sudah melakukan fabrikasi untuk alat‑alanya dan segera kami akan pasang, segera dengan Kementerian Perhubungan,” terang ia.

Dalam forum yang sama, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi titik awal percepatan langkah yang lebih konkret di lapangan, sekaligus refleksi atas kejadian yang terjadi sebelumnya.

Bobby menegaskan bahwa langkah penanganan akan difokuskan pada percepatan aksi di lapangan, termasuk penutupan 172 perlintasan yang telah teridentifikasi, serta peningkatan penjagaan pada ratusan titik lainnya. “Pengalaman menunjukkan bahwa penjagaan perlintasan mampu menekan risiko kecelakaan secara signifikan. Karena itu, langkah penjagaan, penguatan pengawasan, serta pemanfaatan teknologi harus dijalankan secara bersamaan,” papar Bobby dalam keterangannya.

KAI juga akan memperkuat penerapan teknologi keselamatan, termasuk pemanfaatan sistem berbasis komunikasi, GPS, serta pengembangan sistem otomatisasi untuk mendukung pengendalian operasional yang lebih responsif terhadap potensi risiko.

Secara keseluruhan, KAI berupaya meningkatkan keselamatan perlintasan dengan menutup titik-titik berisiko dan memperkuat pengawasan, serta memanfaatkan teknologi untuk mencegah kecelakaan di masa depan.

KAIperlintasan sebidangpenutupan perlintasankeamanan kereta apiGPSJPL 86pengawasan perlintasan

Komentar

Memuat komentar...